Recent Articles
Home » Posts filed under Indonesia
Anggota DPRD Minta Keuangan Persis Diaudit
Sana Sini News - Pascakematian tragis eks penyerang Persis Solo,Jawa Tengah asal Paraguay, Diego Mendieta,pihak DPRD meminta agar keuangan klub kebanggaan Kota Solo, Persis, diaudit total.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Solo, Umar Hasyim mengatakan,selain faktor penyakit yang diderita, salah satu ketidakmampuan Mendieta berobat ke rumah sakit disebabkan ketidak mampuan pemain tersebut membayar rumah sakit akibat pembayarannya di Persis mengalami keterlambatan perlu dipertanyakan.
Apalagi, setiap laga yang digelar, Persis Solo selalu mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket yang cukup besar.
"Dibandingkan menonton pentas musik, Suporter bola itu paling tertib dan selalu membayar tiket bila melihat timnya berlaga. Terus kemana uang dari penjualan tiket. Ini yang kami pertanyakan sampai pemain tidak dibayarkan gajinya,"jelas Umar Hasyim saat berbincang dengan Okezone, di Solo,Jawa Tengah, Kamis (6/12/2012).
Menurut Hasyim, tragedi yang menimpa Mendieta ini baru pertama kali terjadi di Dunia. Yang mana seorang pemain asing tidak mendapatkan bayaran hingga akhirnya meninggal akibat ketidakmampuannya membayar biaya pengobatannya.
Umar menambahkan wajar bila nantinya insiden Diego ini akan ada sanksi yang harus diterima,baik ke Persis Solo maupun PSSI. Sebab, kasus Mendieta ini tidak lagi menjadi komsumsi dalam negeri. Tapi sudah menjadi konsumsi Internasional.
Pasalnya, pemain asal Paraguay itu menjadi korban atas bobroknya persepakbolaan Indonesia. Niatnya mengadu nasib di Indonesia berujung dengan tragis, kematian.
Langkah yang akan diambil pihak DPRD, akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan anggota lainnya,untuk selanjutnya dilakukan pemanggilan pengurus Persis.
"Memang, sejak tidak lagi mendapatkan bantuan dari APBD, Persis tidak lagi melaporkan penggunaan keuangannya. Tapi bukan berarti manajemen Persis seenaknya sendiri. Lihat,akibat ulahnya, seorang pemain bola, dari negara lain lagi, meninggal gara-gara gajinya tidak dibayarkan. Ini tidak bisa dibiarkan," ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Solo, Umar Hasyim mengatakan,selain faktor penyakit yang diderita, salah satu ketidakmampuan Mendieta berobat ke rumah sakit disebabkan ketidak mampuan pemain tersebut membayar rumah sakit akibat pembayarannya di Persis mengalami keterlambatan perlu dipertanyakan.
Apalagi, setiap laga yang digelar, Persis Solo selalu mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket yang cukup besar.
"Dibandingkan menonton pentas musik, Suporter bola itu paling tertib dan selalu membayar tiket bila melihat timnya berlaga. Terus kemana uang dari penjualan tiket. Ini yang kami pertanyakan sampai pemain tidak dibayarkan gajinya,"jelas Umar Hasyim saat berbincang dengan Okezone, di Solo,Jawa Tengah, Kamis (6/12/2012).
Menurut Hasyim, tragedi yang menimpa Mendieta ini baru pertama kali terjadi di Dunia. Yang mana seorang pemain asing tidak mendapatkan bayaran hingga akhirnya meninggal akibat ketidakmampuannya membayar biaya pengobatannya.
Umar menambahkan wajar bila nantinya insiden Diego ini akan ada sanksi yang harus diterima,baik ke Persis Solo maupun PSSI. Sebab, kasus Mendieta ini tidak lagi menjadi komsumsi dalam negeri. Tapi sudah menjadi konsumsi Internasional.
Pasalnya, pemain asal Paraguay itu menjadi korban atas bobroknya persepakbolaan Indonesia. Niatnya mengadu nasib di Indonesia berujung dengan tragis, kematian.
Langkah yang akan diambil pihak DPRD, akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan anggota lainnya,untuk selanjutnya dilakukan pemanggilan pengurus Persis.
"Memang, sejak tidak lagi mendapatkan bantuan dari APBD, Persis tidak lagi melaporkan penggunaan keuangannya. Tapi bukan berarti manajemen Persis seenaknya sendiri. Lihat,akibat ulahnya, seorang pemain bola, dari negara lain lagi, meninggal gara-gara gajinya tidak dibayarkan. Ini tidak bisa dibiarkan," ujarnya.
Terkait Kasus Mendieta, APPI Imbau Pemain Mogok Jika Kontrak Belum Dibayar
Sana Sini News - Kasus pemain Persis Solo, Diego Mendeita semakin menyadarkan para pemain akan pentingnya soal kontrak dan asuransi. Hal tersebut juga ditekankan oleh Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Seperti diketahui, kepergian Diego tak lain karena pembayaran gaji dirinya yang terus terlunta-lunta. Alhasil, hidupnya di Indonesia usai kompetisi berakhir pun terlantarkan dengan kondisi keuangan yang memprihatinkan ditambah penyakit yang dideritanya.
Tak ingin kasus seperti Mendieta yang harus menutup mata di usianya yang menginjak 32 tahun, APPI mengeluarkan sebuah pernyataan. APPI yang diketuai oleh Ponaryo Astaman tersebut menyarankan pemain untuk tidak mengikuti kompetisi di musim depan bila gajinya di musim lalu belum terlunasi.
“APPI secara tegas menghimbau pemain untuk tidak bermain di musim yg baru baik IPL/ISL sebelum ada penyelesaian gaji musim lalu dan perlindungan asuransi dalam kontrak," tulis APPIdalam akun Twitter resminya @APPI_info.
Kasus ini sendiri sudah mencuri perhatian dari Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional (FIFPro). APPI juga berencana membawa kasus Mendieta ke Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), jika tak ada penyelesaian soal gaji milik pemain Paraguay tersebut.
"Hari ini kami bertemu manajemen mengenai masalah tsb (penunggakkan gaji), karena FIFPro akan segera mengirimkan kasus ini ke FIFA jika masih tidak ada penyelesaian," tulis APPI.
"Kemarin, APPI bertemu dengan Menpora, meminta kepada beliau untuk mengambil risiko campur tangan dan mengambil keputusan mengenai kondisi saat ini," lanjutnya.
Terkait pemulangan jenazah Mendieta ke negara asalnya pada hari ini, APPI beserta FIFPro akan terus mengawalnya. "Hari ini APPI berada di RS Harapan Kita untuk memastikan pemberangkatan alm.Diego dan bersama FIFPro siap membantu terhadap segala keperluan yg dibutuhkan," pungkas APPI.
Seperti diketahui, kepergian Diego tak lain karena pembayaran gaji dirinya yang terus terlunta-lunta. Alhasil, hidupnya di Indonesia usai kompetisi berakhir pun terlantarkan dengan kondisi keuangan yang memprihatinkan ditambah penyakit yang dideritanya.
Tak ingin kasus seperti Mendieta yang harus menutup mata di usianya yang menginjak 32 tahun, APPI mengeluarkan sebuah pernyataan. APPI yang diketuai oleh Ponaryo Astaman tersebut menyarankan pemain untuk tidak mengikuti kompetisi di musim depan bila gajinya di musim lalu belum terlunasi.
“APPI secara tegas menghimbau pemain untuk tidak bermain di musim yg baru baik IPL/ISL sebelum ada penyelesaian gaji musim lalu dan perlindungan asuransi dalam kontrak," tulis APPIdalam akun Twitter resminya @APPI_info.
Kasus ini sendiri sudah mencuri perhatian dari Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional (FIFPro). APPI juga berencana membawa kasus Mendieta ke Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), jika tak ada penyelesaian soal gaji milik pemain Paraguay tersebut.
"Hari ini kami bertemu manajemen mengenai masalah tsb (penunggakkan gaji), karena FIFPro akan segera mengirimkan kasus ini ke FIFA jika masih tidak ada penyelesaian," tulis APPI.
"Kemarin, APPI bertemu dengan Menpora, meminta kepada beliau untuk mengambil risiko campur tangan dan mengambil keputusan mengenai kondisi saat ini," lanjutnya.
Terkait pemulangan jenazah Mendieta ke negara asalnya pada hari ini, APPI beserta FIFPro akan terus mengawalnya. "Hari ini APPI berada di RS Harapan Kita untuk memastikan pemberangkatan alm.Diego dan bersama FIFPro siap membantu terhadap segala keperluan yg dibutuhkan," pungkas APPI.
Arema IPL Berburu Pemain di AFF
Sana Sini News - Arema FC versi Indonesian Premier League (IPL) terus melakukan pantauan terhadap pemain-pemain yang dianggap potensial direkrut. Sebagai salah satu klub besar di IPL, Arema berhasrat membawa pemain berlabel tim nasional (timnas) yang bakal berlaga di Piala AFF 2012 Malaysia.
Hingga sekarang belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Arema maupun pelatih Dejan Antonic soal nama yang menjadi incaran. Kendati demikian Arema terus menajamkan penglihatan pada pemain-pemain yang mewakili Indonesia berlaga di Malaysia.
Malah, jika ada kesempatan, Dejan Antonic bakal menyaksikan langsung permainan timnas untuk mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan Arema. “Kalau memang ada waktu, saya akan melihat langsung AFF Cup di Malaysia. Semoga ada pemain yang cocok,” jelas Dejan yang tengah memburu lisensi kepelatihan UEFA Pro.
Pelatih yang lebih banyak berkarir di liga Hongkong ini berupaya keras meluangkan waktunya di sela ujian kepelatihan UEFA Pro akhir November ini. Jika memang tidak bisa hadir langsung, dia bakal memantau dari televisi atau rekaman video timnas Indonesia.
Pelatih yang berkibar bersama Kitchee FC tersebut menilai Arema idealnya merekrut pemain berlabel timnas musim depan. Sebab dengan tidak adanya konflik di manajemen musim lalu, Singo Edan bertekad untuk tampil jauh lebih baik sekaligus mengincar trofi musim depan.
Sesuai stok pemain yang dimiliki Arema IPL, sektor pertahanan dan depan masih menyisakan lubang besar. Di pertahanan stok pemain masih cukup minimalis, sedangkan lini depan membutuhkan seorang mesin gol dengan tidak diperpanjangnya kontrak Andrew Barisic.
Sedangkan di belakang Barisic hanya ada penyerang yang tidak begitu meyakinkan, seperti Jaya Teguh Angga. Untuk lini depan rencananya Arema bakal mencari penyerang asing sekaligus lokal. Sebab dari tiga penyerang, yakni Jaya Teguh Angga, Purwanto dan Barisic, hanya satu yang dipertahankan.
Manajer Arema Risky Dahlan mengakui penambahan pemain dari timnas bakal memberikan kekuatan lebih tangguh untuk Arema. Manajemen menyerahkan sepenuhnya pemilihan pemain kepada pelatih sebagai pihak yang paling berwenang soal teknis tim.
“Sangat wajar kalau Dejan ingin pemain timnas. Arema sangat berambisi dominan di kompetisi musim depan, jadi butuh pemain bagus. Manajemen akan mendukung langkah yang ditempuh Dejan, termasuk jika ingin mendatangkan satu atau dua skuad timnas sekarang,” paparnya.
Salah satu penggawa timnas yang sempat masuk incaran adalah bek Diego Michiels. Sayang karir pemain keturunan ini tersendat setelah tertimpa kasus pemukulan yang sekaligus mengancam karirnya musim depan. Walau menyatakan masih tertarik, Arema masih menunggu kelanjutan kasus Diego.
Arema sendiri sangat percaya diri lebih baik musim depan. Selain tidak adanya konflik di manajemen, peta kekuatan di Ipl juga berkurang dengan menyeberangnya Semen Padang ke Indonesia Super League (IPL). Praktis, tantangan Arema hanyalah Persebaya Surabaya dan PSM Makassar sebagai tim yang berpengalaman. (Kukuh Setiawan/Koran SI/min)
Hingga sekarang belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Arema maupun pelatih Dejan Antonic soal nama yang menjadi incaran. Kendati demikian Arema terus menajamkan penglihatan pada pemain-pemain yang mewakili Indonesia berlaga di Malaysia.
Malah, jika ada kesempatan, Dejan Antonic bakal menyaksikan langsung permainan timnas untuk mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan Arema. “Kalau memang ada waktu, saya akan melihat langsung AFF Cup di Malaysia. Semoga ada pemain yang cocok,” jelas Dejan yang tengah memburu lisensi kepelatihan UEFA Pro.
Pelatih yang lebih banyak berkarir di liga Hongkong ini berupaya keras meluangkan waktunya di sela ujian kepelatihan UEFA Pro akhir November ini. Jika memang tidak bisa hadir langsung, dia bakal memantau dari televisi atau rekaman video timnas Indonesia.
Pelatih yang berkibar bersama Kitchee FC tersebut menilai Arema idealnya merekrut pemain berlabel timnas musim depan. Sebab dengan tidak adanya konflik di manajemen musim lalu, Singo Edan bertekad untuk tampil jauh lebih baik sekaligus mengincar trofi musim depan.
Sesuai stok pemain yang dimiliki Arema IPL, sektor pertahanan dan depan masih menyisakan lubang besar. Di pertahanan stok pemain masih cukup minimalis, sedangkan lini depan membutuhkan seorang mesin gol dengan tidak diperpanjangnya kontrak Andrew Barisic.
Sedangkan di belakang Barisic hanya ada penyerang yang tidak begitu meyakinkan, seperti Jaya Teguh Angga. Untuk lini depan rencananya Arema bakal mencari penyerang asing sekaligus lokal. Sebab dari tiga penyerang, yakni Jaya Teguh Angga, Purwanto dan Barisic, hanya satu yang dipertahankan.
Manajer Arema Risky Dahlan mengakui penambahan pemain dari timnas bakal memberikan kekuatan lebih tangguh untuk Arema. Manajemen menyerahkan sepenuhnya pemilihan pemain kepada pelatih sebagai pihak yang paling berwenang soal teknis tim.
“Sangat wajar kalau Dejan ingin pemain timnas. Arema sangat berambisi dominan di kompetisi musim depan, jadi butuh pemain bagus. Manajemen akan mendukung langkah yang ditempuh Dejan, termasuk jika ingin mendatangkan satu atau dua skuad timnas sekarang,” paparnya.
Salah satu penggawa timnas yang sempat masuk incaran adalah bek Diego Michiels. Sayang karir pemain keturunan ini tersendat setelah tertimpa kasus pemukulan yang sekaligus mengancam karirnya musim depan. Walau menyatakan masih tertarik, Arema masih menunggu kelanjutan kasus Diego.
Arema sendiri sangat percaya diri lebih baik musim depan. Selain tidak adanya konflik di manajemen, peta kekuatan di Ipl juga berkurang dengan menyeberangnya Semen Padang ke Indonesia Super League (IPL). Praktis, tantangan Arema hanyalah Persebaya Surabaya dan PSM Makassar sebagai tim yang berpengalaman. (Kukuh Setiawan/Koran SI/min)
Manajer Timnas: Diego Tak Ikut Berkelahi
Sana Sini News - Diego Michiels dikabarkan terlibat perkelahian di sebuah klub di kawasan Senayan, tadi malam. Isu yang berkembang bahkan menyebut bek timnas Indonesia ini melakukan penganiayaan hingga korban dilarikan ke rumah sakit.
Rumor yang beredar mengatakan Diego berselisih paham dengan dua orang pengunjung klub malam. Keributan itu akhirnya berujung adu fisik. Saat peristiwa terjadi, pemain naturalisasi kekasih Nikita Willy ini, menurut kabar, sedang dalam pengaruh alkohol. Kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Tanahabang.
Namun kabar itu dibantah oleh manajer Timnas Habil Marati. Menurutnya, Diego tidak terlibat perkelahian di klub itu. Hanya kebetulan, saat Diego datang, keributan itu terjadi.
“Diego datang karena diundang temannya yang berulang tahun di Senayan City. Pertikaian itu sudah terjadi sebelum Diego datang. Cuma orang mengait-ngaitkan dengan Diego karena kebetulan dia pacarnya artis, pemain Timnas, ada di lokasi, jadi disangkut-sangkutkan,” kata Habil Marati saat dihubungi okezone, Kamis (8/11/2012).
Habil pun menerangkan bahwa pagi tadi Diego Michiels ikut latihan bersama Bambang Pamungkas dkk Di Stadion Gelora Bung Karno Senayan.”Buktinya dia ikut latihan,” timpal dia.”Sekarang Diego di Hotel tempat timnas menginap.”
3 pemain keturunan Belanda
Sementara itu tiga pemain keturunan Belanda lainnya mulai bergabung dalam latihan tadi pagi. Tiga pemain itu adalah John van Beukering, Tonnie Cusell, dan Raphael Maitimo. Ketiganya menurut Habil tiba tadi malam. Sebab itu, dalam latihan tadi pagi, ketiganya hanya berlatih ringan.
(fit)
Rumor yang beredar mengatakan Diego berselisih paham dengan dua orang pengunjung klub malam. Keributan itu akhirnya berujung adu fisik. Saat peristiwa terjadi, pemain naturalisasi kekasih Nikita Willy ini, menurut kabar, sedang dalam pengaruh alkohol. Kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Tanahabang.
Namun kabar itu dibantah oleh manajer Timnas Habil Marati. Menurutnya, Diego tidak terlibat perkelahian di klub itu. Hanya kebetulan, saat Diego datang, keributan itu terjadi.
“Diego datang karena diundang temannya yang berulang tahun di Senayan City. Pertikaian itu sudah terjadi sebelum Diego datang. Cuma orang mengait-ngaitkan dengan Diego karena kebetulan dia pacarnya artis, pemain Timnas, ada di lokasi, jadi disangkut-sangkutkan,” kata Habil Marati saat dihubungi okezone, Kamis (8/11/2012).
Habil pun menerangkan bahwa pagi tadi Diego Michiels ikut latihan bersama Bambang Pamungkas dkk Di Stadion Gelora Bung Karno Senayan.”Buktinya dia ikut latihan,” timpal dia.”Sekarang Diego di Hotel tempat timnas menginap.”
3 pemain keturunan Belanda
Sementara itu tiga pemain keturunan Belanda lainnya mulai bergabung dalam latihan tadi pagi. Tiga pemain itu adalah John van Beukering, Tonnie Cusell, dan Raphael Maitimo. Ketiganya menurut Habil tiba tadi malam. Sebab itu, dalam latihan tadi pagi, ketiganya hanya berlatih ringan.
(fit)
Persiba Ikat Souza
Sana Sini News - Striker asal Brazil Marcio Souza da Silva hampir pasti berseragam Persiba pada musim kompetisi mendatang. Managemen klub berjuluk Laskar Sultan Agung sudah mengikat tanda jadi kerja sama dengan mantan striker Persib Bandung dan Arema Indonesia itu.
Manager Persiba Bantul Briyanto mengatakan, dari puluhan pemain yang menjalani seleksi di Persiba, baru Marcio Souza yang hampir pasti disodori kontrak satu musim ke depan. Bahkan, managemen sudah memberi down paymet (DP) atau uang muka dari nilai kontrak. "Yang sudah hampir pasti Souza. Kita sudah memberi DP sebagai tanda jadi kontrak," katanya, Minggu (4/11/2012).
Hanya saja, Briyanto enggan menyebutkan nilai kontrak semusim atau DP yang sudah diberikan kepada Souza. Yang jelas untuk urusan gaji pemain, managemen Persiba tetap menjalankan fair and solidarity finance. "Nilainya tidak perlu disebutkan. Intinya DP sudah diberikan dan musim depan Souza berseragam Persiba," ujarnya.
Dia mengakui, sejuah ini baru Souza yang sudah diikat kontrak karena ada sejumlah faktor. Yang paling utama adalah keterbatasan finansial klub kebanggaan publik Bantul. "Kalau dana kita mencukupi, semua pemain yang sudah direkomendasikan Pak Sajuri (asisten pelatih) kita beri DP. Karena dana kita terbatas, memang baru Souza saja," jelasnya.
Berdasarkan rekomendasi dari asisten pelatih yang juga Ketua Tim Seleksi Persiba Sajuri Syahid, setidak ada lima pemain muka baru yang layak disodori kontrak. Selain Marcio Souza, nama lain yang direkomendasikan Sajuri adalah mantan pemain Sriwijaya FC Nova Arianto, Dwo Djoko Prihatin (Persiba Balikpapan) serta mantan duo Persijap Jepara I Made Wirahadi dan Danan Puspito.
Meski demikian, Briyanto juga memberi garansi bagi pemain yang menjalani seleksi, yang diikutsertakan dalam Turnamen Magelang Cup akan dikontrak. "Mayoritas pemain yang kita libatkan dalam Magelang Cup, akan dikontrak. Antara dikontrak atau tidak, persentasenya 80% akan dikontrak," ungkap Mantan Manager Timnas U-23 PSSI ini.
Briyanto juga enggan menyebutkan nama-nama pemain yang sudah mengantongi 80% bakal dikontrak tersebut. Pasalnya, sejauh ini proses negoisasi kepada calon amunisi baru masih berlangsung. "Itu kan baru 80%, belum 100%. Kalau dipublis, tapi ternyata negoisasinya melompat (gagal) gimana," ujarnya.
Dia menambahkan, kemungkinan besar dua minggu sampai sebulan ke depan, sudah tuntas seputar kepastian kontrak kepada para pemain. Awal Desember, skuad Persiba untuk musim 2012-2013 segera dilaunching atau dikenalkan kepada publik. "Sekarang ini masih dalam tahap seleksi, maksimal sebulan ke depan urusan kontrak pemain secara definitif sudah beres. Awal Desember Tim Persiba bisa dikenalkan ke publik," pungkasnya.
Manager Persiba Bantul Briyanto mengatakan, dari puluhan pemain yang menjalani seleksi di Persiba, baru Marcio Souza yang hampir pasti disodori kontrak satu musim ke depan. Bahkan, managemen sudah memberi down paymet (DP) atau uang muka dari nilai kontrak. "Yang sudah hampir pasti Souza. Kita sudah memberi DP sebagai tanda jadi kontrak," katanya, Minggu (4/11/2012).
Hanya saja, Briyanto enggan menyebutkan nilai kontrak semusim atau DP yang sudah diberikan kepada Souza. Yang jelas untuk urusan gaji pemain, managemen Persiba tetap menjalankan fair and solidarity finance. "Nilainya tidak perlu disebutkan. Intinya DP sudah diberikan dan musim depan Souza berseragam Persiba," ujarnya.
Dia mengakui, sejuah ini baru Souza yang sudah diikat kontrak karena ada sejumlah faktor. Yang paling utama adalah keterbatasan finansial klub kebanggaan publik Bantul. "Kalau dana kita mencukupi, semua pemain yang sudah direkomendasikan Pak Sajuri (asisten pelatih) kita beri DP. Karena dana kita terbatas, memang baru Souza saja," jelasnya.
Berdasarkan rekomendasi dari asisten pelatih yang juga Ketua Tim Seleksi Persiba Sajuri Syahid, setidak ada lima pemain muka baru yang layak disodori kontrak. Selain Marcio Souza, nama lain yang direkomendasikan Sajuri adalah mantan pemain Sriwijaya FC Nova Arianto, Dwo Djoko Prihatin (Persiba Balikpapan) serta mantan duo Persijap Jepara I Made Wirahadi dan Danan Puspito.
Meski demikian, Briyanto juga memberi garansi bagi pemain yang menjalani seleksi, yang diikutsertakan dalam Turnamen Magelang Cup akan dikontrak. "Mayoritas pemain yang kita libatkan dalam Magelang Cup, akan dikontrak. Antara dikontrak atau tidak, persentasenya 80% akan dikontrak," ungkap Mantan Manager Timnas U-23 PSSI ini.
Briyanto juga enggan menyebutkan nama-nama pemain yang sudah mengantongi 80% bakal dikontrak tersebut. Pasalnya, sejauh ini proses negoisasi kepada calon amunisi baru masih berlangsung. "Itu kan baru 80%, belum 100%. Kalau dipublis, tapi ternyata negoisasinya melompat (gagal) gimana," ujarnya.
Dia menambahkan, kemungkinan besar dua minggu sampai sebulan ke depan, sudah tuntas seputar kepastian kontrak kepada para pemain. Awal Desember, skuad Persiba untuk musim 2012-2013 segera dilaunching atau dikenalkan kepada publik. "Sekarang ini masih dalam tahap seleksi, maksimal sebulan ke depan urusan kontrak pemain secara definitif sudah beres. Awal Desember Tim Persiba bisa dikenalkan ke publik," pungkasnya.
Persibangga Tertarik 3 Pemain Timnas U-23
Sana Sini News - Persibangga Purbalingga punya ambisi skuadnya menghadapi Divisi Utama musim depan dihuni 10 pemain muda. Saat ini, pemain muda yang sudah resmi bergabung dengan tim Laskar Jenderal Soedirman baru empat pemain. Tim kebanggaan Kota Perwira ini pun berencana mendatangkan tiga pemain Timnas U-23 PSSI besutan Aji Santoso.
General Manager (GM) Rokhman Supriyadi mengakui, Persibangga merupakan tim sepak bola yang punya ambisi besar. Meski hanya berstatus tim promosi Divisi Utama, Persibangga tidak ingin hanya sekedar lewat. "Kita bisa bermain di Divisi Utama ini penuh perjuangan. Kita mulai dari Divisi III, Divisi II dan Divisi I lalu promosi ke Divisi Utama. Trend di level liga terus meningkat stratanya karena punya ambisi," katanya, Minggu (5/11/2012).
Untuk itu, agar tidak tidak sekedar numpang lewat di Divisi Utama, sejumlah pemain top didatangkan. Selain mendatangkan 3 legiun asing, tim besutan Ahmad Muhariyah ini juga ingin didukung pemain dar Timnas U-23. "Ya, kami mengakui tertarik dengan tiga pemain di Timnas U-23. Kami ingin mereka bersama Persibangga musim depan," tegasnya.
Disinggung ketiga nama pemain Timnas U-23, Rokhman keberatan menyebutkannya. "Percayalah, kami sungguh terarik, namun maaf nama-nama yang kita bidik lebih bak dirahasikan dulu. Ini bagian dari dapur tim, strategi tim untuk mendapatkan pemain yang diinginkan," kilahnya.
Sejumlah rumor menyebutkan, satu dari tiga pemain Timnas U-23 yang diincar Persibangga adalah mantan striker PPSM KN Magelang, Agung Supriyanto. Dalam proyeksinya, pemain yang juga pernah masuk dalam skuad Timnas Senior ini, rencananya akan ditandemkan dengan striker baru Persibangga, Charles Orock. "Banyak pemain Timnas U-23 bagus-bagus, kami memberi perhatian lebih pada Agung (Supriyanto)," akunya.
Lebih lanjut, Rokhman mengakui, dalam skuad Persibangga membutuhkan 10 pemain muda untuk proses regenerasi. Makanya, 10 pemain muda termasuk 3 pemain timnas U-23 itu rencananya tidak hanya dikontrak dalam satu musim seperti layaknya tim-tim di Indonesia.
Pembentukan skuad dengan model tersebut, akan membuat tim lebih solid karena sudah terbiasa bekerja sama di lapangan. "Tim yag kuat adalah tim yang mampu menunjukkan teamwork yang bagus. Teamwork akan terbentuk jika sudah lama selalu bersama," ungkapnya
(Ridwan Anshori/Koran SI/hmr)
General Manager (GM) Rokhman Supriyadi mengakui, Persibangga merupakan tim sepak bola yang punya ambisi besar. Meski hanya berstatus tim promosi Divisi Utama, Persibangga tidak ingin hanya sekedar lewat. "Kita bisa bermain di Divisi Utama ini penuh perjuangan. Kita mulai dari Divisi III, Divisi II dan Divisi I lalu promosi ke Divisi Utama. Trend di level liga terus meningkat stratanya karena punya ambisi," katanya, Minggu (5/11/2012).
Untuk itu, agar tidak tidak sekedar numpang lewat di Divisi Utama, sejumlah pemain top didatangkan. Selain mendatangkan 3 legiun asing, tim besutan Ahmad Muhariyah ini juga ingin didukung pemain dar Timnas U-23. "Ya, kami mengakui tertarik dengan tiga pemain di Timnas U-23. Kami ingin mereka bersama Persibangga musim depan," tegasnya.
Disinggung ketiga nama pemain Timnas U-23, Rokhman keberatan menyebutkannya. "Percayalah, kami sungguh terarik, namun maaf nama-nama yang kita bidik lebih bak dirahasikan dulu. Ini bagian dari dapur tim, strategi tim untuk mendapatkan pemain yang diinginkan," kilahnya.
Sejumlah rumor menyebutkan, satu dari tiga pemain Timnas U-23 yang diincar Persibangga adalah mantan striker PPSM KN Magelang, Agung Supriyanto. Dalam proyeksinya, pemain yang juga pernah masuk dalam skuad Timnas Senior ini, rencananya akan ditandemkan dengan striker baru Persibangga, Charles Orock. "Banyak pemain Timnas U-23 bagus-bagus, kami memberi perhatian lebih pada Agung (Supriyanto)," akunya.
Lebih lanjut, Rokhman mengakui, dalam skuad Persibangga membutuhkan 10 pemain muda untuk proses regenerasi. Makanya, 10 pemain muda termasuk 3 pemain timnas U-23 itu rencananya tidak hanya dikontrak dalam satu musim seperti layaknya tim-tim di Indonesia.
Pembentukan skuad dengan model tersebut, akan membuat tim lebih solid karena sudah terbiasa bekerja sama di lapangan. "Tim yag kuat adalah tim yang mampu menunjukkan teamwork yang bagus. Teamwork akan terbentuk jika sudah lama selalu bersama," ungkapnya
(Ridwan Anshori/Koran SI/hmr)
Klub Krisis, Suporter Kritis
Sana Sini News - Kondisi sepakbola yang masih suram tidak hanya dirasakan sejumlah klub yang mengalami krisis di banyak aspek. Paling gelisah tentunya adalah suporter atau fans fanatik yang menunggu bagaimana geliat timnya dalam mempersiapkan diri musim depan.
Sialnya, hampir semua klub dengan domain suporter besar di Jawa Timur mengalami krisis, terutama krisis kepercayaan dari suporter. Persiapan kompetisi yang kurang terprogram dengan baik yang dipicu tidak menentunya kondisi finansial, membuat para penghuni tribun tidak tenang.
Dihitung dari jumlah dukungan di stadion, di Jawa Timur ada sejumlah klub yang memiliki suporter besar. Klub-klub itu adalah Persebaya Surabaya, Arema FC versi Indonesia Super League (ISL), Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro, Persik Kediri, hingga Persegres Gresik.
Dari sekian banyak klub, hanya Persegres yang menatap musim depan dengan sedikit gairah. Permodalan klub yang lebih baik dibanding musim sebelumnya, serta keseriusan membangun kekuatan, membuat suporter Ultras pantas sedikit tersenyum walau belum bisa dikatakan tim bertabur bintang.
Sedangkan suporter lainnya relatif masih diliputi kegelisahan dengan berbagai alasan. “Alasan paling banyak ditemui adalah ketidakmampuan manajemen dalam mempertahankan kekuatan musim sebelumnya. Intinya suporter sangat khawatir dengan progres tim dan kepercayaan diri mereka di ambang kritis,” ungkap Suyitno, pengamat sepakbola asal Malang.
Menurutnya suporter sebenarnya memahami kondisi di tim, terutama menyangkut problem finansial. “Tetap saja suporter ingin melihat timnya lebih baik dibanding musim lalu, terlepas dari apa yang dihadapi manajemen klub. Saya rasa musim ini suporter harus ekstra bersabar,” katanya. Berikut kondisi suporter sejumlah klub menatap kompetisi musim depan:
-Bonek (Persebaya Surabaya)
Bonek yang musim sebelumnya terlihat adem ayem dengan perkembangan timnya, sempat bergolak karena situasi dalam manajemen dan tim Persebaya. Kabar adanya konflik di internal tim, krisis finansial, serta belum adanya pergerakan berarti menyongsong musim depan membuat Bonek sempat turun ke jalan. Suporter juga menghalangi niatan manajemen yang menunjuk Ibnu Grahan sebagai pelatih. Kondisi sejauh ini membuat Bonek pesimistis Bajul Ijo bakal lebih baik lagi di Indonesian Premier League (IPL) musim depan jika tidak ada perbaikan secepatnya. Sikap Bonek yang sempat turun ke jalan ini juga belum mendapatkan respons dari manajemen.
-Aremania (Arema ISL)
Akuisisi yang dilakukan Pelita Cronous serta batalnya merger Arema-Pelita Jaya membuat Aremania sedikit lega. Kini tidak ada lagi kamus defisit dana karena sudah ada Bakrie Grup di Stadion Kanjuruhan. Tim bertabur bintang pun bukan lagi sekadar impian. Tapi, apakah semua persoalan selesai? Belum. Fakta yang masih menjadi ganjalan Aremania adalah masih adanya dua Arema di Malang. Situasi yang mungkin bisa diabaikan tapi tidak bisa diingkari.
Aremania sadar, masih adanya dua Arema menjadikan klub mereka tidak lebih baik dibanding tim yang bangkrut sekalipun. Bahkan klub amatir pun tidak sampai menjadi dua seperti Arema. Selama Arema masih ada dua, Aremania tidak akan bisa berbangga walaupun nantinya salah satu dari kedua klub bisa merebut gelar juara. Situasi yang unik, karena Arema bergelimang dana justru di saat tim menjadi dua.
-LA Mania (Persela Lamongan)
Lepasnya sejumlah pemain terbaik musim lalu menjadi puncak kegelisahan LA Mania. Stadion Surajaya yang musim kemarin memuja Gustavo Lopez, Gede Sukadana, serta Aris Alfiansyah, kini sedikit muram. Memang Laskar Joko Tingkir kedatangan pelatih sekaliber Gomes de Oliviera sebagai pengganti sepadan Miroslav Janu.
Namun kehilangan kekuatan sedemikian besar sudah cukup membuat LA Mania gerah. Harapan mereka hanyalah menunggu hasil kerja Gomes yang telah memulai seleksi pemain. Minimal ada pengganti setera kekuatan yang hengkang, sehingga prestasi menembus empat besar musim sebelumnya tidak sia-sia. Sangat terlihat jelas LA Mania khawatir musim depan Persela kembali menjadi tim medioker atau spesialias papan tengah. Apalagi manajemen juga tengah mengalami krisis finansial hingga kesulitan bernegosiasi dengan pemain lama.
-Boromania (Persibo Bojonegoro)
Apa yang dialami Boromania nyaris sama dengan LA Mania. Suporter bertetangga yang tak pernah rukun ini menghadapi problem identik. Persibo Bojonegoro gagal mempertahankan tim yang telah memberikan gelar juara Piala Indonesia 2012 musim lalu. Nur Iskandar, Samsul Arif, Novan Setya, Jajang Paliama, Aang Suparman, serta Dian Irawan, pilih meninggalkan Stadion Letjen H Soedirman.
Bahkan pelatih Paulo Camargo tak berniat melanjutkan kerjanya di Bojonegoro. Boromania pantas pucat melihat timnya keropos, apalagi hingga sekarang belum ada perkembangan apa pun terkait pembentukan kekuatan untuk musim berikutnya. Krisis finansial membuat manajemen Persibo loyo dan kepercayaan dari Boromania berangsur menipis. Mereka tak bisa membayangkan jika musim berikutnya prestasi Persibo sama sekali tak berbekas.
-Persikmania (Persik Kediri)
Inilah suporter paling mengenaskan di sepakbola Jawa Timur dalam beberapa musim terakhir. Tiga musim terbenam di Divisi Utama, Persik belum menunjukkan tanda-tanda bakal kembali ke kasta tertinggi kompetisi nasional. Situasi malah sebaliknya, Macan Putih nyaris tak memiliki masa depan seiring dengan krisis keuangan berkepanjangan.
Musim lalu Persik gagal promosi ke IPL dan malah harus menanggung utang sekira Rp2 miliar lebih. Persikmania yang dulunya membanjir ke Stadion Brawijaya, kini lesu tak bergairah dan mulai malas datang ke stadion. Mereka harus melihat timnya semakin hancur dan nyaris tidak mempunyai masa depan. Persikmania tinggal berharap pada keajaiban untuk bisa melihat timnya kembali berjaya seperti kala menjuarai Liga Indonesia 2003 dan 2006 silam.
Sialnya, hampir semua klub dengan domain suporter besar di Jawa Timur mengalami krisis, terutama krisis kepercayaan dari suporter. Persiapan kompetisi yang kurang terprogram dengan baik yang dipicu tidak menentunya kondisi finansial, membuat para penghuni tribun tidak tenang.
Dihitung dari jumlah dukungan di stadion, di Jawa Timur ada sejumlah klub yang memiliki suporter besar. Klub-klub itu adalah Persebaya Surabaya, Arema FC versi Indonesia Super League (ISL), Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro, Persik Kediri, hingga Persegres Gresik.
Dari sekian banyak klub, hanya Persegres yang menatap musim depan dengan sedikit gairah. Permodalan klub yang lebih baik dibanding musim sebelumnya, serta keseriusan membangun kekuatan, membuat suporter Ultras pantas sedikit tersenyum walau belum bisa dikatakan tim bertabur bintang.
Sedangkan suporter lainnya relatif masih diliputi kegelisahan dengan berbagai alasan. “Alasan paling banyak ditemui adalah ketidakmampuan manajemen dalam mempertahankan kekuatan musim sebelumnya. Intinya suporter sangat khawatir dengan progres tim dan kepercayaan diri mereka di ambang kritis,” ungkap Suyitno, pengamat sepakbola asal Malang.
Menurutnya suporter sebenarnya memahami kondisi di tim, terutama menyangkut problem finansial. “Tetap saja suporter ingin melihat timnya lebih baik dibanding musim lalu, terlepas dari apa yang dihadapi manajemen klub. Saya rasa musim ini suporter harus ekstra bersabar,” katanya. Berikut kondisi suporter sejumlah klub menatap kompetisi musim depan:
-Bonek (Persebaya Surabaya)
Bonek yang musim sebelumnya terlihat adem ayem dengan perkembangan timnya, sempat bergolak karena situasi dalam manajemen dan tim Persebaya. Kabar adanya konflik di internal tim, krisis finansial, serta belum adanya pergerakan berarti menyongsong musim depan membuat Bonek sempat turun ke jalan. Suporter juga menghalangi niatan manajemen yang menunjuk Ibnu Grahan sebagai pelatih. Kondisi sejauh ini membuat Bonek pesimistis Bajul Ijo bakal lebih baik lagi di Indonesian Premier League (IPL) musim depan jika tidak ada perbaikan secepatnya. Sikap Bonek yang sempat turun ke jalan ini juga belum mendapatkan respons dari manajemen.
-Aremania (Arema ISL)
Akuisisi yang dilakukan Pelita Cronous serta batalnya merger Arema-Pelita Jaya membuat Aremania sedikit lega. Kini tidak ada lagi kamus defisit dana karena sudah ada Bakrie Grup di Stadion Kanjuruhan. Tim bertabur bintang pun bukan lagi sekadar impian. Tapi, apakah semua persoalan selesai? Belum. Fakta yang masih menjadi ganjalan Aremania adalah masih adanya dua Arema di Malang. Situasi yang mungkin bisa diabaikan tapi tidak bisa diingkari.
Aremania sadar, masih adanya dua Arema menjadikan klub mereka tidak lebih baik dibanding tim yang bangkrut sekalipun. Bahkan klub amatir pun tidak sampai menjadi dua seperti Arema. Selama Arema masih ada dua, Aremania tidak akan bisa berbangga walaupun nantinya salah satu dari kedua klub bisa merebut gelar juara. Situasi yang unik, karena Arema bergelimang dana justru di saat tim menjadi dua.
-LA Mania (Persela Lamongan)
Lepasnya sejumlah pemain terbaik musim lalu menjadi puncak kegelisahan LA Mania. Stadion Surajaya yang musim kemarin memuja Gustavo Lopez, Gede Sukadana, serta Aris Alfiansyah, kini sedikit muram. Memang Laskar Joko Tingkir kedatangan pelatih sekaliber Gomes de Oliviera sebagai pengganti sepadan Miroslav Janu.
Namun kehilangan kekuatan sedemikian besar sudah cukup membuat LA Mania gerah. Harapan mereka hanyalah menunggu hasil kerja Gomes yang telah memulai seleksi pemain. Minimal ada pengganti setera kekuatan yang hengkang, sehingga prestasi menembus empat besar musim sebelumnya tidak sia-sia. Sangat terlihat jelas LA Mania khawatir musim depan Persela kembali menjadi tim medioker atau spesialias papan tengah. Apalagi manajemen juga tengah mengalami krisis finansial hingga kesulitan bernegosiasi dengan pemain lama.
-Boromania (Persibo Bojonegoro)
Apa yang dialami Boromania nyaris sama dengan LA Mania. Suporter bertetangga yang tak pernah rukun ini menghadapi problem identik. Persibo Bojonegoro gagal mempertahankan tim yang telah memberikan gelar juara Piala Indonesia 2012 musim lalu. Nur Iskandar, Samsul Arif, Novan Setya, Jajang Paliama, Aang Suparman, serta Dian Irawan, pilih meninggalkan Stadion Letjen H Soedirman.
Bahkan pelatih Paulo Camargo tak berniat melanjutkan kerjanya di Bojonegoro. Boromania pantas pucat melihat timnya keropos, apalagi hingga sekarang belum ada perkembangan apa pun terkait pembentukan kekuatan untuk musim berikutnya. Krisis finansial membuat manajemen Persibo loyo dan kepercayaan dari Boromania berangsur menipis. Mereka tak bisa membayangkan jika musim berikutnya prestasi Persibo sama sekali tak berbekas.
-Persikmania (Persik Kediri)
Inilah suporter paling mengenaskan di sepakbola Jawa Timur dalam beberapa musim terakhir. Tiga musim terbenam di Divisi Utama, Persik belum menunjukkan tanda-tanda bakal kembali ke kasta tertinggi kompetisi nasional. Situasi malah sebaliknya, Macan Putih nyaris tak memiliki masa depan seiring dengan krisis keuangan berkepanjangan.
Musim lalu Persik gagal promosi ke IPL dan malah harus menanggung utang sekira Rp2 miliar lebih. Persikmania yang dulunya membanjir ke Stadion Brawijaya, kini lesu tak bergairah dan mulai malas datang ke stadion. Mereka harus melihat timnya semakin hancur dan nyaris tidak mempunyai masa depan. Persikmania tinggal berharap pada keajaiban untuk bisa melihat timnya kembali berjaya seperti kala menjuarai Liga Indonesia 2003 dan 2006 silam.
Gurning Dalam Tekanan
Sana Sini News - Arema FC boleh bernafas lega setelah hasil imbang 3-3 saat melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (7/1). Untuk sebuah tim dengan konflik berkepanjangan, effort pemain di lapangan patut diacungi jempol. Apalagi sempat dalam kondisi tertinggal 3-1.
Abdulrahman Gurning, sosok yang menggeser posisi Milomir Seslija, berhasil keluar dari tekanan. Pada duel itu, ia bukan hanya menyiapkan strategi untuk menghadapi Diego Michiels dkk, namun juga dalam posisi tidak gampang dalam membuat keputusan.
Gurning harus memilih di antara 35 pemain yang menumpuk di Solo. Apa pun keputusannya, tentunya membawa konsekuensi positif maupun negatif. Positif bagi pemain yang beruntung bisa menembus line up, namun bermakna negatif bagi mereka yang hanya duduk di tribun.
Kekecewaan itu sudah terlihat kala beberapa pemain, termasuk Noh Alam Shah, meninggalkan tribun saat pertandingan masih berjalan. Juga bagaimana keluh kesah kiper cadangan Aji Saka di twitter saat posisinya digeser Dede Sulaiman di bangku cadangan.
Di sinilah tantangan Gurning sebenarnya. Bukan bagaimana ia menemukan formula terbaik dengan bermodal sekian banyak pemain. namun strategi apa yang digunakan untuk meredam kekecewaan sejumlah pemain, terutama mereka-mereka yang sebelumnya bernaung di tim Milomir Seslija.
Hilangnya nama Noh Alam Shah, Roman Chmelo maupun Muhammad Ridhuan dari line up, saya lihat cenderung dipengaruhi nuansa ‘politis’. Terutama Noh Alam Shah, sejak semula dianggap sebagai duri dalam daging karena besarnya peran dia membawa tim berbelok ke manajemen Muhammad Nur.
Along, begitu panggilan Noh Alam Shah, mencetak gol ketika Arema mengalahkan PSMS Medan di laga perdana IPL. Roman Chmelo juga menggoyang jala Persibo di laga kedua. Jadi, dari hitung-hitungan teknis, sebenarnya haram menyingkirkan nama mereka dari line up.
Unik, Gurning pun harus memikirkan faktor ‘politis’ selain harus menerapkan strategi. Sebenarnya tak masuk akal dirinya lebih memilih Jaya Teguh Angga sebagai target man. Semua sudah tahu eks pemain Persema ini menurun drastis dan krisis gol berkepanjangan sejak semusim lalu dan bahkan Persema pun melepasnya.
Tapi begitulah, urusan non-teknis mau tak mau harus dipertimbangkan dan Gurning tidak sepenuhnya salah. Bukan sebuah urusan mudah ketika harus mengakomodir 35 pemain dan memilih sebagian dari mereka. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seorang pelatih mengatur timnya yang terlalu gemuk.
Bermain-tidaknya seorang pemain memang menjadi wewenang seorang pelatih. Tapi situasi di Arema FC sangat berbeda dan segala keputusan masih sangat sensitif. Wajar pula bagi Noh Alam Shah dkk untuk kecewa karena merasa telah memberikan segalanya di dua pertandingan sebelumnya.
Kembali ke tim, keputusannya Gurning menempatkan Tommy sebagai tandem Gunawan Dwi Cahyo juga gagal total, belum termasuk permainan mengecewakan Putu Waringin Jati. Gurning pantas berterimakasih kepada Fariz Bagus Dinata dan Habibi yang cukup lumayan walau itu pertandingan pertamanya di liga.
Suasana tidak normal juga jelas terlihat di lapangan. Pemain tidak enjoy sepanjang pertandingan walau tetep mengerahkan segala upayanya. Coba tunjukkan ke saya, apakah ada pemain Arema yang sempat tertawa atau tersenyum? Seingat saya tidak dan itu janggal.
TA Musafri, Amiruddin, Kurnia Meiga, adalah pemain yang rileks dan hampir selalu tersenyum di lapangan. Tapi sore itu mereka berwajah tegang dan sangat kelihatan tidak nyaman atau canggung karena di luar sana banyak pemain tidak seberuntung mereka yang masuk line up.
Okelah, untuk sementara tugas Gurning terlewati dan hasil 3-3 di Stadion Manahan masih sangat bisa diterima. Tapi ia tetap dalam tekanan besar karena belum tanda-tanda pulihnya harmoni dalam tim setelah penyatuan dilakukan. Masih ada potensi disharmoni, bukan di tingkat manajemen tapi dalam tim Gurning sendiri. (Kukuh Setiawan/Koran SI/fit)
Abdulrahman Gurning, sosok yang menggeser posisi Milomir Seslija, berhasil keluar dari tekanan. Pada duel itu, ia bukan hanya menyiapkan strategi untuk menghadapi Diego Michiels dkk, namun juga dalam posisi tidak gampang dalam membuat keputusan.
Gurning harus memilih di antara 35 pemain yang menumpuk di Solo. Apa pun keputusannya, tentunya membawa konsekuensi positif maupun negatif. Positif bagi pemain yang beruntung bisa menembus line up, namun bermakna negatif bagi mereka yang hanya duduk di tribun.
Kekecewaan itu sudah terlihat kala beberapa pemain, termasuk Noh Alam Shah, meninggalkan tribun saat pertandingan masih berjalan. Juga bagaimana keluh kesah kiper cadangan Aji Saka di twitter saat posisinya digeser Dede Sulaiman di bangku cadangan.
Di sinilah tantangan Gurning sebenarnya. Bukan bagaimana ia menemukan formula terbaik dengan bermodal sekian banyak pemain. namun strategi apa yang digunakan untuk meredam kekecewaan sejumlah pemain, terutama mereka-mereka yang sebelumnya bernaung di tim Milomir Seslija.
Hilangnya nama Noh Alam Shah, Roman Chmelo maupun Muhammad Ridhuan dari line up, saya lihat cenderung dipengaruhi nuansa ‘politis’. Terutama Noh Alam Shah, sejak semula dianggap sebagai duri dalam daging karena besarnya peran dia membawa tim berbelok ke manajemen Muhammad Nur.
Along, begitu panggilan Noh Alam Shah, mencetak gol ketika Arema mengalahkan PSMS Medan di laga perdana IPL. Roman Chmelo juga menggoyang jala Persibo di laga kedua. Jadi, dari hitung-hitungan teknis, sebenarnya haram menyingkirkan nama mereka dari line up.
Unik, Gurning pun harus memikirkan faktor ‘politis’ selain harus menerapkan strategi. Sebenarnya tak masuk akal dirinya lebih memilih Jaya Teguh Angga sebagai target man. Semua sudah tahu eks pemain Persema ini menurun drastis dan krisis gol berkepanjangan sejak semusim lalu dan bahkan Persema pun melepasnya.
Tapi begitulah, urusan non-teknis mau tak mau harus dipertimbangkan dan Gurning tidak sepenuhnya salah. Bukan sebuah urusan mudah ketika harus mengakomodir 35 pemain dan memilih sebagian dari mereka. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seorang pelatih mengatur timnya yang terlalu gemuk.
Bermain-tidaknya seorang pemain memang menjadi wewenang seorang pelatih. Tapi situasi di Arema FC sangat berbeda dan segala keputusan masih sangat sensitif. Wajar pula bagi Noh Alam Shah dkk untuk kecewa karena merasa telah memberikan segalanya di dua pertandingan sebelumnya.
Kembali ke tim, keputusannya Gurning menempatkan Tommy sebagai tandem Gunawan Dwi Cahyo juga gagal total, belum termasuk permainan mengecewakan Putu Waringin Jati. Gurning pantas berterimakasih kepada Fariz Bagus Dinata dan Habibi yang cukup lumayan walau itu pertandingan pertamanya di liga.
Suasana tidak normal juga jelas terlihat di lapangan. Pemain tidak enjoy sepanjang pertandingan walau tetep mengerahkan segala upayanya. Coba tunjukkan ke saya, apakah ada pemain Arema yang sempat tertawa atau tersenyum? Seingat saya tidak dan itu janggal.
TA Musafri, Amiruddin, Kurnia Meiga, adalah pemain yang rileks dan hampir selalu tersenyum di lapangan. Tapi sore itu mereka berwajah tegang dan sangat kelihatan tidak nyaman atau canggung karena di luar sana banyak pemain tidak seberuntung mereka yang masuk line up.
Okelah, untuk sementara tugas Gurning terlewati dan hasil 3-3 di Stadion Manahan masih sangat bisa diterima. Tapi ia tetap dalam tekanan besar karena belum tanda-tanda pulihnya harmoni dalam tim setelah penyatuan dilakukan. Masih ada potensi disharmoni, bukan di tingkat manajemen tapi dalam tim Gurning sendiri. (Kukuh Setiawan/Koran SI/fit)
Persija Kalahkan Tuan Rumah PSMS
Sana Sini News - Tim Persija Jakarta sukses memetik poin penuh usai mengandaskan tuan rumah PSMS Medan 3-1 di Stadion Teladan, Medan, Kamis (1/12/2011) sore tadi dalam laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) 2011-12.
Gol-gol Persija dicetak oleh Hendra Bayauw (48’), Cornelius Gedy (58’), dan San San Fauzi (70’). Sementara gol balasan PSMS Medan diciptakan oleh Kamil Sembiring (81’).
Pelatih Persija, Jaya Hartono mengaku puas dengan kemenangan perdana Persija tersebut. Menurutnya, kemenangan tersebut diraih dengan tidak mudah karena berlangsung dalam lapangan yang becek akibat hujan.
“Lapangan kondisinya tidak memungkinkan. Untung di babak kedua saya menganjurkan para pemain untuk tidak terlalu lama memegang bola dan lebih banyak menyerang dari sayap. Semoga kemenangan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus maju ke papan atas,” kata Jaya Hartono seusai pertandingan.
Sementara Danilo Fernando sebagai kapten Persija mengaku lega dengan kemenangan perdana timnya ini. “Jelas kami senang bisa meraih tiga poin di kandang lawan. Apalagi tadi pertandingan yang cukup berat mengingat kondisi lapangan yang buruk. Namun, kami bersyukur tidak pulang dengan sia-sia,” kata Danilo.
Dengan kemenangan ini Persija naik ke peringkat ketiga IPL dengan koleksi empat poin hasil dari sekali menang dan satu kali seri.
(fit)
Gol-gol Persija dicetak oleh Hendra Bayauw (48’), Cornelius Gedy (58’), dan San San Fauzi (70’). Sementara gol balasan PSMS Medan diciptakan oleh Kamil Sembiring (81’).
Pelatih Persija, Jaya Hartono mengaku puas dengan kemenangan perdana Persija tersebut. Menurutnya, kemenangan tersebut diraih dengan tidak mudah karena berlangsung dalam lapangan yang becek akibat hujan.
“Lapangan kondisinya tidak memungkinkan. Untung di babak kedua saya menganjurkan para pemain untuk tidak terlalu lama memegang bola dan lebih banyak menyerang dari sayap. Semoga kemenangan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus maju ke papan atas,” kata Jaya Hartono seusai pertandingan.
Sementara Danilo Fernando sebagai kapten Persija mengaku lega dengan kemenangan perdana timnya ini. “Jelas kami senang bisa meraih tiga poin di kandang lawan. Apalagi tadi pertandingan yang cukup berat mengingat kondisi lapangan yang buruk. Namun, kami bersyukur tidak pulang dengan sia-sia,” kata Danilo.
Dengan kemenangan ini Persija naik ke peringkat ketiga IPL dengan koleksi empat poin hasil dari sekali menang dan satu kali seri.
(fit)
Pelatih PSM Dihantui Striker Persidafon dan Persipura
Sana Sini News - Beberapa pekan terakhir ini, tidur Petar Segrt sedikit terganggu. Kadang, dia sulit memejamkan mata hingga larut malam. Saat tertidur pun, dia bahkan tak bisa nyenyak lantaran memikirkan partai perdana PSM melakoni tur Papua, pekan ini.
Arsitek PSM berusia 45 tahun ini mengaku, dirinya kerap dihantui oleh bayang-bayang striker lawan yang akan menjamu PSM nanti di tur Papua nanti. Andi Oddang dkk akan dijamu lawan pertamanya yakni Persidafon Sorong, Minggu (27/11) dan selanjutnya Persipura Jayapura, Kamis (1/12).
“Jujur, akhir-akhir ini saya sulit tidur lebih cepat bahkan tidak nyenyak kalau sedang tidur. Saya terus memikirkan striker lawan di tur Papua nanti,” ujar Petar usai memimpin latihan timnya di stadion Andi Mattalatta, kemarin sore.
Pelatih berkebangsaan Kroasia ini mengaku jika sudah mengetahui kualitas dan daya gedor penyerang tim Persidafon maupun Persipura. Seperti Patrick Wanggai yang menjadi bomber Timnas U-23 dan striker asal Kamerun Jeremiah.
Begitu juga dengan bomber milik Persipura seperti Boaz Salossa (striker Timnas senior) dan Titus Bonai (striker Timnas U-23). “Saya sudah melihat mereka dan tahu kemampuan mereka. Luar biasa. Pergerakan mereka sangat cepat dan akurat,” tuturnya.
Meski demikian, mantan pelatih Bali Devata ini tak ingin menjadi pengecut. Sebagai penanggung jawab utama tim, Petar mengaku siap menghadapi dengan segala resiko. Dengan waktu yang tersisa, dia akan melatih barisan pertahanannya dengan baik.
“Lini pertahanan kami semua pemain lokal. Tetapi, sebagus apapun lini depan dan tengah lawan, kalau pemain bisa bermain kompak, pasti bisa diredam,” jelasnya.
Saat ini, kondisi anak asuh Petar yang dipersiapkan dibawa ke tur Papua sangat siap. Kecuali sang kapten Andi Oddang yang sedikit masih mengembalikan kebugaran dengan latihan fisik pasca cedera engkel.
Soal siapa saja pemain yang akan diboyong, Petar masih enggan menyebutnya. Namun, Rabu (23/11) nanti, ke-20 pemain yang dibawa itu akan diumumkan. Disisi lain, Petar memastikan bahwa tiga gelandang mudanya yakni Aditya Putra Dewa, Rasyid Assyahid Bakri dan Risnandar tidak akan dibawa karena masih cedera.
Sementara itu, skuad PSM dipastikan akan memakai kostum terbarunya saat tur Papua nanti. Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina mengatakan, kemungkinan besar jersey tim yang dibuat oleh Villour selaku appareal, sudah tiba hari ini.
“Besok (hari ini) Insya Allah sudah tiba karena pihak Villour sudah mengirimnya sejak beberapa hari yang lalu,” ujarnya.
Arsitek PSM berusia 45 tahun ini mengaku, dirinya kerap dihantui oleh bayang-bayang striker lawan yang akan menjamu PSM nanti di tur Papua nanti. Andi Oddang dkk akan dijamu lawan pertamanya yakni Persidafon Sorong, Minggu (27/11) dan selanjutnya Persipura Jayapura, Kamis (1/12).
“Jujur, akhir-akhir ini saya sulit tidur lebih cepat bahkan tidak nyenyak kalau sedang tidur. Saya terus memikirkan striker lawan di tur Papua nanti,” ujar Petar usai memimpin latihan timnya di stadion Andi Mattalatta, kemarin sore.
Pelatih berkebangsaan Kroasia ini mengaku jika sudah mengetahui kualitas dan daya gedor penyerang tim Persidafon maupun Persipura. Seperti Patrick Wanggai yang menjadi bomber Timnas U-23 dan striker asal Kamerun Jeremiah.
Begitu juga dengan bomber milik Persipura seperti Boaz Salossa (striker Timnas senior) dan Titus Bonai (striker Timnas U-23). “Saya sudah melihat mereka dan tahu kemampuan mereka. Luar biasa. Pergerakan mereka sangat cepat dan akurat,” tuturnya.
Meski demikian, mantan pelatih Bali Devata ini tak ingin menjadi pengecut. Sebagai penanggung jawab utama tim, Petar mengaku siap menghadapi dengan segala resiko. Dengan waktu yang tersisa, dia akan melatih barisan pertahanannya dengan baik.
“Lini pertahanan kami semua pemain lokal. Tetapi, sebagus apapun lini depan dan tengah lawan, kalau pemain bisa bermain kompak, pasti bisa diredam,” jelasnya.
Saat ini, kondisi anak asuh Petar yang dipersiapkan dibawa ke tur Papua sangat siap. Kecuali sang kapten Andi Oddang yang sedikit masih mengembalikan kebugaran dengan latihan fisik pasca cedera engkel.
Soal siapa saja pemain yang akan diboyong, Petar masih enggan menyebutnya. Namun, Rabu (23/11) nanti, ke-20 pemain yang dibawa itu akan diumumkan. Disisi lain, Petar memastikan bahwa tiga gelandang mudanya yakni Aditya Putra Dewa, Rasyid Assyahid Bakri dan Risnandar tidak akan dibawa karena masih cedera.
Sementara itu, skuad PSM dipastikan akan memakai kostum terbarunya saat tur Papua nanti. Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina mengatakan, kemungkinan besar jersey tim yang dibuat oleh Villour selaku appareal, sudah tiba hari ini.
“Besok (hari ini) Insya Allah sudah tiba karena pihak Villour sudah mengirimnya sejak beberapa hari yang lalu,” ujarnya.
Kejenuhan Ancam Persijap
Sana Sini News - Kejenuhan mulai mengancam skuad Persijap. Jadwal pertandingan yang sering berubah-ubah menjadi salah satu pemicunya. Di tahap persiapan awal, Persijap dijadwalkan menjalani kick off pada 15 Oktober lalu. Namun, PT Liga Prima Indonesia Sportindo melakukan revisi jadwal dengan menggelar pertandingan awal Persijap pada 26 November.
Akan tetapi, lagi-lagi para pemain Persijap harus memendam ambisi untuk memulai kompetisi. Menyusul keputusan Jakarta yang memundurkan jadwal menjadi 8 Desember mendatang. Sesuai jadwal yang telah diterima kubu Laskar Kalinyamat (julukan Persijap), Banaken Bossoken dkk bakal menghadapi PSMS Medan di laga perdana nanti.
Pelatih Persijap Agus Yuwono berharap tidak ada lagi pengunduran jadwal. Sebab, perubahan-perubahan yang dilakukan pengelola liga berimbas langsung pada program latihan. ”Situasi ini tentu saja klub yang menanggung risikonya. Kami berusaha mempersiapkan tim untuk mencapai peak performance pada jadwal yang telah ditentukan. Karena mengalami perubahan, maka kami juga harus meninjau kembali program yang telah disusun,” kata Agus Yuwono.
Menilik jadwal kontra PSMS, skuad Persijap harus menunggu tiga pekan lagi. Agus Yuwono dan para asisten dituntut lebih cermat memantau kondisi pasukannya. Sebab, situasi yang tidak menentu inilah yang memicu kejenuhan di kalangan pemain. Mereka terus berlatih, akan tetapi tidak juga mendapat kepastian kapan pertandingan berlangsung.
”Selain itu, kami mesti mengisi tiga pekan terakhir ini dengan sejumlah agenda uji coba. Ini salah satu cara untuk mengusir kejenuhan. Hanya, saat ini mencari mitra tanding yang sepadan mulai sulit dilakukan. Mengingat, sejumlah klub memilih menggelar persiapan khusus menuju pertandingan pada 26 November nanti,” imbuh dia.
Meski demikian, Agus Yuwono tidak ingin terlalu larut dalam kondisi seperti ini. Dia mencoba bersikap positif. Mundurnya jadwal ini membuat dia lebih longgar melakukan persiapan. Apalagi, sampai saat ini Persijap masih terus mencari komposisi ideal untuk mengisi daftar starter.
Di sisi lain, aspirasi Persijap yang mengajukan revisi jadwal terkait pelaksanaan Pilkada 2012 juga belum mendapat tanggapan. Dalam susunan jadwal yang telah diterma beberapa hari lalu, partai kandang melawan Mitra Kutai Kartanegara digelar bersamaan dengan pemungutan suara pilkada Jepara, yakni 29 Januari 2012.
Sekretaris Tim Persijap Arif Darmawan sudah mengajukan perubahan laga melawan Mitra Kukar diundur menjadi 2 Februari. Selain itu, laga menjamu Bontang FC yang dijadwalkan pada 1 Februari diusulkan mundur menjadi 5 Februari.
”Selain itu, laga-laga yang jadwalnya di kisaran 17 hari sebelum pilkada (H-17) atau masa kampanye, dan 10 hari setelah pemungutan suara (H+10) kemungkinan besar juga akan tersandung masalah izin karena itu masih masa tahapan pelaksanaan pilkada. Kami berharap pengelola liga bisa memberikan kebijakan kepada Persijap,” ucap Arif Darmawan.
Tatap Partai Perdana, PSM Siapkan 20 Pemain
Sana Sini News - Menatap laga perdana kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012, pelatih PSM Petar Segrt sudah menyiapkan ancang-ancang. Sebanyak 20 pemain disiapkan untuk melakoni partai perdana dijamu Persidafon Sorong (26/11) mendatang.
Ketika ditanya siapa saya pemain yang akan mengisi kuota 20 orang ke Papua, Petar belum bersedia membeberkannya. Namun dia mengatakan, laga uji coba dengan Persim Maros menjadi momentum untuk menilai siapa yang layak diboyong ke Papua.
“Sebenarnya laga uji coba ini untuk menilai siapa saja pemain yang layak bisa dibawa ke tur Papua nanti. Tapi saya tidak bias sebutkan nama-namanya. Nanti akan saya sampaikan saat tim hendak berangkat ke Papua,” jelasnya.
Dari 20 pemain itu, tiga diantaranya adalah penjaga gawang. Petar ingin membawa dua pelapis Deny Marcel lantaran tim akan melakoni dua partai tandang sekaligus di daerah ujung timur Indonesia tersebut. Setelah dijamu Persidafon Sorong, tiga selanjutnya PSM kembali menantang tuan rumah Persipura Jayapura (29/11).
“Saya harus membawa tiga penjaga gawang. Yang jelas Deny Marcel tetap jadi kiper utama. Untuk pelapisnya, AM Guntur sudah pasti. Tinggal menentukan antara Fachrul Nurdin atau Denis Saprianto,” tutur Petar.
Selain alasan dua laga tandang sekaligus, mantan pelatih Bali Devata ini juga punya alasan lain memboyong tiga kipernya yakni kondisi Deny Marcel yang belum stadil pasca neneknya meninggal dunia, beberapa waktu lalu.
“Setelah neneknya meninggal dunia, kondisi mental Deny Marcel belum stabil. Mungkin dia masih berduka. Tadi saat laga uji coba, saya sengaja tidak turunkan dia karena Deny mengaku belum siap,” tandas Petar.
Petar Puji Lapangan Karebosi Pasca Renovasi
Sana Sini News - Lapangan Karebosi Makassar tempat latihan PSM sudah dibenahi. Pelatih Petar Segrt pun memuji kondisi lapangan yang sudah rata dan rumput yang sudah tumbuh subur.
Petar sengaja datang khusus ke lapangan Karebosi guna memastikan apakah lokasi lokasi latihan bagi anak asuhnya itu sudah layak digunakan atau tidak. “Sangat bagus. saya senang. Lapangan sudah rata dan ditumbuhi rumput yang lebat,” ujar Petar, kemarin.
Kendati demikian, arsitek berkebangsaan Kroasi ini tak langsung ingin memakainya. Padahal manajemen sudah memutuskan latihan tim digelar di lapangan Karebosi mulai, Senin (21/11) pekan depan. Pasalnya, manajemen cukup terbebani jika tim tetap memakai stadion Andi Mattalatta untuk latihan karena biaya per satu kali pemakaian Rp500 ribu.
“Nanti setelah melakoni laga perdana away ke Papua melawan Persidafon dan Persipura baru bisa dipakai lapangan Karebosi. Untuk sementara, saya minta tetap dirawat dulu rumputnya agar tumbuh lebat. Nanti saat mau dipakai, baru dipotong rata,” pinta Petar.
Koordinator perlengkapan dan perbaikan lapangan Karebosi, Madjid C. Putra mengatakan, lapangan Karebosi sudah ditimbuni tanah pasir sebanyak delapan truk. Awalnya hanya ditimbuni empat truk. Namun petar masih menolak karena dianggap belum rata.
“Sudah ditambahi lagi timbunannya. Sekarang sudah bagus dan coach Petar mengaku puas. Sekarang, kami masih merawat rumputnya dan nanti akan dipotong ketika sudah mau digunakan,” ungkapnya, kemarin.
Sementara itu, Manager Operasional PSM Ismun Muhdar mengatakan, manajemen tak sanggup memenuhi keinginan Petar yang ingin tetap memakai lapangan stadion. Alasannya, anggaran dari konsorsium untuk biaya operasional tim belum cair dan sulit disetujui oleh Chief Executif Officer (CEO) PSM Rully Habibie.
Tak hanya itu, Ismun juga mengaku masih mempertimbangkan keinginan petar yang hendak menggunakan lapangan stadion untuk latihan malam hari, Senin pekan depan. “Kalau pengelola stadion tidak ada masalah karena hanya dihitung sewa. Tetapi biaya listrik itu harus dibicarakan lagi dengan pihak PLN Makassar. Biaya listrik untuk satu kali pemakaian latihan bisa mencapai Rp5-7 jutaan,” tandasnya.
Qifly Ancam Posisi Rahmat
Sana Sini News - Striker debutan PSM Makassar Qifly Tamara mulai memperlihatkan tajinya. Pemilik nomor punggung 29 ini mulai tampil agresif dan penuh semangat ketika diberi kepercayaan oleh pelatih Petar Segrt untuk diturunkan.
Hal itu pun memberi nilai tersendiri bagi Qifly dihadapan pelatih. Bahkan, jika Qifly mampu tampil lebih bagus dan menjaga performa bermainnya, praktis menjadi ancaman besar bagi striker utama M. Rahmat.
Antara Qifly dan Rahmat, salah satunya akan diturunkan menjadi tandem striker asal Montonegro Ilija Spasojevic pada tur Papua dijamu Persidafon Sorong (26/11) dan Persipura Jayapura (29/11).
“Sabtu ini, saya akan memutuskan siapa yang layak menjadi tandem Spaso. Entah tetap Rahmat atau Qifly. Salah satunya akan diturunkan sebagai starter,” ujar Petar usai laga uji coba dengan Persim Maros di stadion Andi Mattalatta, kemarim sore.
Arsitek berusia 45 tahun ini mengaku, antara Rahmat dan Qifly masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun pada laga uji coba kemarin, Petar melihat Qifly tampil lebih bagus dan mampu mencetak gol.
“Saya akan memutuskan siapa yang layak jadi striker inti. Pada pertangahan pertandingan tadi (laga uji coba kemarin), saya sengaja mengganti Rahmat dengan Qifly. Dan Qifly mampu bermain lebih bagus dan mencetak gol,” tuturnya.
Qifly merupakan pemain hasil seleksi saat pembetukan skuad PSM dikompetisi Indonesia Premier League (IPL) beberapa bulan lalu. Sebelumnya dia adalah bomber klub Dinamo FC yang selama ini hanya berlaga di turnamen antara kampung (tarkam) di Sulsel.
Sementara Rahmat merupakan striker hasil pabrikan PSM U-21. Pemilik nomor punggung 11 ini sudah tiga tahun masuk ke skuad senior. Pada kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) setengah musim lalu, Rahmat kerap dipasang sebagai striker dan mampu mencetak banyak gol. Dia berada diurutan kedua top skor di tim.
Persema Dukung Regulasi Pemain Muda
Sana Sini News - Rencana pemberlakukan aturan untuk pemain muda di Indonesian Premier League (IPL) dianggap sebagai langkah positif. PT LPIS sebagai operator liga akan mewajibkan setiap klub mengontrak tiga pemain U-21 dan memainkannya minimal 1.200 menit sepanjang kompetisi.
Itu berarti pemain muda tersebut akan bermain di hampir separuh jumlah pertandingan dalam semusim. Pemberlakukan ini dianggap sebagai upaya jitu untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda agar berkembang sehingga regenerasi pemain bisa berjalan optimal.
Langkah ini sebenarnya hampir mirip dengan sistem home ground player yang telah diterapkan di liga-liga Eropa. Tujuannya jelas, agar pemain domestik mempunyai kesempatan di tengah membanjirnya pemain asing. Itu juga berlaku di Indonesia yang gemar memakai pemain asing di tim utama.
"Aturan itu sangat bagus karena saat ini hampir semua klub mempunyai kekuatan muda. Selain bisa lebih efisien dari sisi pendanaan, juga berdampak positif pada perkembangan pemain lokal karena jelas Indonesia membutuhkan regenerasi," jelas CEO Persema Malang Didied Poernawan.
Persema sendiri mempunyai banyak pemain muda yang dipromosikan ke tim utama musim ini. Bagi tim dengan dana yang terbatas seperti Persema, regulasi tersebut bisa menjadi angin segar karena nantinya kekuatan klub di IPL menjadi lebih kompetitif.
Selama ini kompetisi Indonesia memang belum sampai menerapkan regulasi tersebut. Sedangkan klub profesional jumlahnya semakin besar, termasuk di level dua, sehingga kebutuhan terhadap pemain berkualitas semakin banyak. Persema sendiri rencananya memakai lebih dari lima pemain muda.
Regulasi itu ternyata juga berlaku di kompetisi level dua. Pemain muda bakal mendapatkan porsi khusus dan PT LPIS bakal menerapkan sanksi jika ada klub yang tak mematuhi. “Kami sudah tahu ada regulasi itu. Sangat bagus, karena memberi kesempatan untuk pemain muda," cetus Sekretaris Persik Barnadi.
Pemberlakukan aturan itu sama sekali bukan masalah bagi tim seperti Persik. Maklum, kini tim yang dilatih Joko Malis bermodal mayoritas pemain muda yang memilih bertahan di klub berjuluk Macan Putih. Malah klub kebanggaan Persikmania memiliki stok melimpah untuk pemain muda berbakat setelah Kota Kediri menjuarai Porprov 2011 lalu.
Regulasi batas minimum pemakaian pemain muda juga dianggap mengikis kesenjangan kekuatan antara tim bermodal besar dan kecil. Persibo Bojonegoro yang kurang beruntung dalam proses transfer pemain, menganggap regulasi itu sebagai pemerataan kekuatan.
Dengan keharusan memainkan skuad belia, maka sebuah klub superior tak bisa seenaknya menurunkan semua pemain berkualitas karena kekuatan daya beli. "Ini menjadi momen bagus. Juga untuk merangsang sebuah klub melahirkan pemain bintang. Selain berguna untuk masa depan timnas, melahirkan pemain bintang juga menjadi kebanggaan klub," ungkap Ketua Umum persibo Taufik Riesnendar. (kukuh setyawan)
BOPI Hanya Akui LPI
Sana Sini News - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) hanya mengakui kompetisi profesional yang dinaungi oleh PSSI, dalam hal ini Liga Primer Indonesia (LPI).
Di Luar itu, BOPI tidak mengakuinya dan tidak akan memberikan izin penyelenggaraannya. Kompetisi profesional yang dinaungi PSSI dikelola oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Keputusan tersebut tertuang dalam surat No:91/BOPI/XI/2011. Surat ini ditandatangani Irjen. Pol (Purn) Alexius Gordon Mogot sebagai Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Keputusan ini berlaku sejak ditetapkannya tanggal 5 November. Surat keputusan tersebut juga dikirimkan kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Berdasarkan keputusan itulah, semua terkait dengan kompetisi penyelenggaraan pertandingan adalah wewenang lembaga yang bersangkutan, dalam hal ini PT LPIS yang keabsahannya oleh BOPI sebagai dasar pengeluaran ijin-ijin terkait oleh instansi yang berwenang termasuk POLRI.
"Itu menandakan kalau liga (sepakbola) di luar pengeloloan PT.LPIS tidak mungkin diijinkan oleh pihak Kepolisian," ujar Juru Bicara PSSI, Eddy Elison di Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Seperti diketahui, saat ini terjadi dualisme kompetisi sepakbola nasional. Beberapa klub menyatakan ikut Liga Prima Indonesia (Dikelola PT.LPIS), dan klub lainnya memilih bergabung di Liga Super Indonesia (Dikelola PT. Liga Indonesia).
PT. LPIS sendiri sebelumnya mengklaim kompetisinya sudah diikuti 18 klub. Adapun 18 klub yang ikutserta adalah Arema, Persebaya, Persema, Persiba Bantul, Persibo, Persidafon, Semen Padang, PSMS Medan, Persiraja, Persijap, Persija, Persib, Mitra Kukar, PSM Makassar, Sriwijaya, Persiwa Wamena, Bontang FC dan Persipura.
Sementara itu, menyikapi rencana pertemuan yang dilakukan PT Liga Indonesia, Eddy menyebut undangan itu tidak sah dan bertendensi makar, mengingat hak dan wewenang PT Liga Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi profesional telah dicabut PSSI melalui SK Ketua Umum. PSSI juga menyerahkan pengelolaan kompetisi profesional kepada PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS).
Menurutnya, penilaian itu, diperkuat Menpora dan BOPI (sebagai sikap Pemerintah) melalui SK tertanggal 7 November 2011 dan surat BOPI ke Kapolri, yang meminta Polri tidak memberi izin kompetisi profesional yang dilakukan diluar PT LPIS. "Untuk itu, seluruh teman-teman ISL, Divisi Utama, Pengprov diminta tidak menghadiri pertemuan itu. Demikian disampaikan," tandasnya.
Duo Arema 'Keroyok' Persipura
Sana Sini News - Awal musim kompetisi Indonesian Premier League (IPL) rupanya kurang bersahabat dengan Arema FC. Buktinya, klub kebanggaan Aremania harus melakukan tur Papua untuk mengawali kompetisi musim ini. Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro bakal menjadi calon lawan.
Menurut jadwal baru yang diterima Arema FC, pertandingan kontra Persipura Jayapura bakal dihelat pada 26 November. Tiga hari berselang, Singo Edan giliran melawat ke kandang Persidafon Dafonsoro. Jadwal ini tentu sangat mengejutkan sekaligus membingungkan.
Persipura sendiri jauh hari telah bertekad mengikuti Indonesia Super League (ISL) dan juga telah masuk susunan jadwal kompetisi yang digelar PT Liga Indonesia (LI) tersebut. Malah di jadwal ISL, Persipura di awal Desember juga menjadi tuan rumah menjamu Arema versi Rendra Kresna.
Sehingga belum jelas Persipura mana yang dihadapi Arema IPL maupun Arema ISL. "Kami juga masih bingung karena sebelumnya Arema telah menyiapkan pertandingan home menghadapi PSM Makassar sesuai jadwal sebelumnya. Tapi nyatanya Kami away ke Papua," ujar Media Officer Arema IPL Noor Ramadhan.
Kendati demikian, Arema tetap akan menganut jadwal yang telah dibuat PSSI dan tetap akan melakoni pertandingan ke Papua. Hingga sekarang klub berwarna kebesaran biru tersebut masih belum berpikir Persipura mana yang akan dihadapi. "Yang pasti Arema sudah bersiap," tambah Noor.
Diakuinya tur ke Papua di awal musim bukan pekerjaan mudah bagi tim asuhan Milomir Seslija. Apalagi jarak dua pertandingan tersebut cukup berdekatan yakni hanya berselang dua hari. Artinya, tim hanya mempunyai waktu pendek untuk melakukan recovery.
Disinggung jadwal secara keseluruhan, Noor mengaku belum mendapatkan secara rinci. Pihaknya baru mendapatkan dua jadwal tersebut dan kendati berat tetap akan melakukannya sebaik mungkin. Arema FC merasa harus mematuhi setiap keputusan yang dibuat PSSI.
Manajemen klub juga berpikir positif dan menilai perjalanan ke Papua merupakan ujian bagi tim di kompetisi. "Menurut kami wajar sebuah tim melakoni laga away di awal musim. Kalau jadwalnya sudah demikian, tak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan diri,"tandas Noor.
Popular Posts
-
Sana Sini News - Siapapun yang melihat dijamin langsung seger deh, coba aja dilihat dan di pelototin ...
-
Sana Sini News - Dari yang terlihat biasa aja, sampai yang membuat liur anda keluar :p
-
Sana Sini News - Foto Artis Hot Kiki Amalia on FHM Magazine Full Name: Kiki Amalia Nick Name: Kiki Nationality: Indonesia Place / Date o...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Blog Archives
-
►
2011
(732)
-
►
Desember
(143)
- Des 29 (10)
- Des 25 (3)
- Des 23 (3)
- Des 22 (4)
- Des 21 (2)
- Des 19 (2)
- Des 18 (17)
- Des 17 (1)
- Des 16 (6)
- Des 15 (9)
- Des 12 (9)
- Des 10 (19)
- Des 09 (3)
- Des 08 (3)
- Des 05 (30)
- Des 04 (9)
- Des 03 (3)
- Des 02 (2)
- Des 01 (8)
-
►
November
(583)
- Nov 30 (11)
- Nov 28 (5)
- Nov 26 (6)
- Nov 25 (19)
- Nov 24 (35)
- Nov 23 (20)
- Nov 22 (23)
- Nov 21 (21)
- Nov 20 (16)
- Nov 19 (51)
- Nov 18 (56)
- Nov 17 (50)
- Nov 16 (3)
- Nov 15 (39)
- Nov 14 (42)
- Nov 13 (32)
- Nov 12 (36)
- Nov 11 (14)
- Nov 10 (31)
- Nov 09 (21)
- Nov 08 (11)
- Nov 07 (23)
- Nov 06 (14)
- Nov 05 (4)
-
►
Desember
(143)
Sponsor
Tag Cloud
Aktual
(4)
Asia
(26)
Asia Tenggara
(27)
Auto
(32)
Auto Mobil
(14)
Auto Modif
(5)
Auto Motor
(8)
Auto Trik
(5)
Basket
(11)
Bola
(221)
Bola Dunia
(22)
Bulu Tangkis
(10)
Celebrity
(52)
Champions
(47)
Chit Chat
(10)
Dunia
(20)
Euro 2012
(9)
F1
(12)
Family
(10)
Film
(19)
Fit and Beauty
(10)
Fresh Album
(4)
Gadget
(11)
Galeri
(122)
Game
(9)
Gol
(2)
Hardware
(10)
Hot Gossip
(21)
Indonesia
(24)
Inggris
(44)
Internasional
(146)
Internet
(12)
Italia
(28)
Jagad Unik
(44)
Jerman
(4)
K-Pop
(3)
Legend
(2)
Lifestyle
(43)
Liga Lain
(19)
Lust and Love
(10)
MotoGP
(8)
Music
(33)
New Artis
(2)
New Comer
(6)
On Stage
(20)
Review
(5)
Science
(10)
SEA Games
(15)
Seks
(183)
Sistar
(3)
Software
(10)
Spanyol
(23)
Sport
(67)
Techno
(76)
Telco
(9)
Tenis
(5)
Timur Tengah
(26)
Tinju
(6)
Tips Seks
(54)
Trend and Fashion
(13)
Videosexy
(7)
















