Recent Articles
Home » Posts filed under Internet
Facebook Akui Ada Kesalahan Kebijakan Privasi
Sana Sini News - Pendiri Facebook, Mark Zukerberg mengakui bahwa Facebook telah membuat kesalahan pada privasi dan setuju untuk merombaknya. Sikap Zukerberg tersebut mengikuti kritik dari regulatory Amerika.
Dalam posting blog-nya, Zukerberg mengatakan, "Mendirikan Facebook dengan gagasan bahwa orang ingin berbagi dan berhubungan dengan orang lain dalam kehidupan mereka, tapi untuk melakukan semua ini perlu kontrol penuh atas apa yang mereka ingin bagikan setiap saat." Demikian seperti dikutip Telegraph, Rabu (30/11/11).
Namun ia menambahkan, bahwa secara keseluruhan situs tersebut memiliki sejarah yang baik dan terbuka tentang privasi, " Saya yang pertama mengakui bahwa kita telah membuat kesalahan," ujar Zukerberg.
Pernyataannya itu muncul setelah US Federal Trade Commission (FTC) menuduh Facebook secara sistematis menyerang privasi pengguna, termasuk ketika jejaring sosial itu telah mengubah pengaturan yang membuat informasi penggunanya terlihat ke publik.
Facebook kini akan memerlukan persetujuan konsumen, sebelum memberlakukan perubahan pada pengaturan privasi-nya.
Zukerberg juga mengatakan, "Ketika pertama kali membuat versi pertama Facebook, hampir tidak ada seorangpun yang saya tahu menginginkan halaman publik di internet, itu sangat menakutkan. Tapi selama mereka bisa membuat halaman pribadi mereka, mereka merasa aman berbagi dengan teman-teman online-nya."
Mengenai perjanjian baru dengn FTC, Zukerberg berkomentar, "Berarti kita membuat komitmen jangka panjang yang resmi, untuk melakukan apa yang selalu kita usahakan dan berencana untuk terus melakukannya. Memberikan Anda alat untuk mengontrol siapa yang bisa melihat informasi Anda dan memastikan hanya orang itu yang bisa melihatnya."
Secara keseluruhan, perubahan tersebut ditetapkan untuk mengubah pengembangan produk baru Facebook, serta sikapnya terhadap pengguna. FTC Chairman, Jon Leibowitz mengatakan "Inovasi Facebook tidak harus dengan mengorbankan privasi konsumen, FTC akan memastikannya." (tyo)
Dalam posting blog-nya, Zukerberg mengatakan, "Mendirikan Facebook dengan gagasan bahwa orang ingin berbagi dan berhubungan dengan orang lain dalam kehidupan mereka, tapi untuk melakukan semua ini perlu kontrol penuh atas apa yang mereka ingin bagikan setiap saat." Demikian seperti dikutip Telegraph, Rabu (30/11/11).
Namun ia menambahkan, bahwa secara keseluruhan situs tersebut memiliki sejarah yang baik dan terbuka tentang privasi, " Saya yang pertama mengakui bahwa kita telah membuat kesalahan," ujar Zukerberg.
Pernyataannya itu muncul setelah US Federal Trade Commission (FTC) menuduh Facebook secara sistematis menyerang privasi pengguna, termasuk ketika jejaring sosial itu telah mengubah pengaturan yang membuat informasi penggunanya terlihat ke publik.
Facebook kini akan memerlukan persetujuan konsumen, sebelum memberlakukan perubahan pada pengaturan privasi-nya.
Zukerberg juga mengatakan, "Ketika pertama kali membuat versi pertama Facebook, hampir tidak ada seorangpun yang saya tahu menginginkan halaman publik di internet, itu sangat menakutkan. Tapi selama mereka bisa membuat halaman pribadi mereka, mereka merasa aman berbagi dengan teman-teman online-nya."
Mengenai perjanjian baru dengn FTC, Zukerberg berkomentar, "Berarti kita membuat komitmen jangka panjang yang resmi, untuk melakukan apa yang selalu kita usahakan dan berencana untuk terus melakukannya. Memberikan Anda alat untuk mengontrol siapa yang bisa melihat informasi Anda dan memastikan hanya orang itu yang bisa melihatnya."
Secara keseluruhan, perubahan tersebut ditetapkan untuk mengubah pengembangan produk baru Facebook, serta sikapnya terhadap pengguna. FTC Chairman, Jon Leibowitz mengatakan "Inovasi Facebook tidak harus dengan mengorbankan privasi konsumen, FTC akan memastikannya." (tyo)
Gagal Berkembang, Google Kembali Tutup Layanannya
Sana Sini News - Google terus menutup beberapa layanan yang berkinerja buruk, perusahaan tersebut mengumumkan pada Selasa, bahwa Friend Connect, Knol dan beberapa layanan lainnya akan ditutup.
"Kami sedang dalam proses menutup sejumlah produk yang tidak memiliki dampak seperti harapan kami," ujar Vice Presiden of operation Googlem Urs Holze dalam sebuah posting blog.
Dilansir PC World, Rabu (23/1/201), Friend Connect akan penjadi yang paling mungkin ditutup. Layanan tersebut memungkinkan website, termasuk fitur sosial di situs mereka sehingga pengunjung dapat melakukan hal-hal seperti menambahkan komentar, sig-in, melihat pengguna lain dan memberikan suara dalam jajak pendapat.
Tidak lama setelah Google meluncurkan Friend Connect pada tahun 2008, Facebook memblokirnya sehingga tidak bisa mengkases data penggunanya dan beralasan bahwa layanan tersebut meredistribusi data Facebook tanpa izin pengguna. Layanan ini bersaing dengan layanan serupa dari Facebook yaitu Facebook Connect.
Perusahaan mesin pencari tersebut juga akan menutup Serch Timeline, yang dapat menampilkan hasil grafik historis untuk permintaan pencarian. Tapi orang masih bisa melihat hasil pencarian dari periode waktu tertentu dengan menggunakan alat-alat yang muncul di sisi kiri halaman pencarian.
Pengguna dapat menemukan tren pencarian informasi lainnya dengan mengunjungi google.com/trends atau google.com/insights/search/.
Google juga menutup Renewable Energy Cheaper, karena menilai organisasi-organisasi lain lebih cocok untuk meneliti teknologi tenaga surya.
Knol, sebuah layanan seperti Wikipedia yang memungkinkan orang berkolaborasi menulis artikel juga akan ditutup. Google juga telah memulai platform penerbitan lain yang disebut Annotum.
"Kami sedang dalam proses menutup sejumlah produk yang tidak memiliki dampak seperti harapan kami," ujar Vice Presiden of operation Googlem Urs Holze dalam sebuah posting blog.
Dilansir PC World, Rabu (23/1/201), Friend Connect akan penjadi yang paling mungkin ditutup. Layanan tersebut memungkinkan website, termasuk fitur sosial di situs mereka sehingga pengunjung dapat melakukan hal-hal seperti menambahkan komentar, sig-in, melihat pengguna lain dan memberikan suara dalam jajak pendapat.
Tidak lama setelah Google meluncurkan Friend Connect pada tahun 2008, Facebook memblokirnya sehingga tidak bisa mengkases data penggunanya dan beralasan bahwa layanan tersebut meredistribusi data Facebook tanpa izin pengguna. Layanan ini bersaing dengan layanan serupa dari Facebook yaitu Facebook Connect.
Perusahaan mesin pencari tersebut juga akan menutup Serch Timeline, yang dapat menampilkan hasil grafik historis untuk permintaan pencarian. Tapi orang masih bisa melihat hasil pencarian dari periode waktu tertentu dengan menggunakan alat-alat yang muncul di sisi kiri halaman pencarian.
Pengguna dapat menemukan tren pencarian informasi lainnya dengan mengunjungi google.com/trends atau google.com/insights/search/.
Google juga menutup Renewable Energy Cheaper, karena menilai organisasi-organisasi lain lebih cocok untuk meneliti teknologi tenaga surya.
Knol, sebuah layanan seperti Wikipedia yang memungkinkan orang berkolaborasi menulis artikel juga akan ditutup. Google juga telah memulai platform penerbitan lain yang disebut Annotum.
Hacker Bobol Infrastruktur Air di AS
Sana Sini News - Akhir-akhir ini serangan cyber semakin sering terjadi. Kali ini, sebuah serangan cyber yang dikirim dari luar Amerika Serikat (AS), menyerang sistem air publik di Midwestern, Illinois. Lewat serangan tersebut, pelaku berhasil mengambil alih kontrol sistem air tersebut.
Seperti dilansir melalui Terra, Minggu (20/11/2011), Joseph Weiss, managging partner untuk Applied Control Solutions, mengatakan, " Ini bisa dikatakan kasus hacking pertama dari luar AS yang menyerang sebuah infrastruktur penting."
"Itulah yang menjadikan ini masalah besar," tambahnya. "Mereka bisa melakukan apapun karena memiliki akses ke stasiun utama."
Serangan ini dilaporkan berasal dari sebuah komputer di Rusia, dan menyelinap menggunakan akun dari password sebuah perusahaan AS pembuat software Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang sebelumnya diretas.
Sekadar diketahui, ada lebih dari selusin perusahaan yang memakai software SCADA. Software ini digunakan di seluruh dunia untuk mengendalikan mesin di berbagai macam fasilitas industri, seperti pabrik manufaktur, pengeboran minyak, sistem pembuangan air, sampai tenaga nuklir.
US Departement of Homeland Security saat ini belum menemukan adanya ancaman berbahaya terkait kasus ini, namun mereka masih melakukan investigasi lebih lanjut.
Seperti dilansir melalui Terra, Minggu (20/11/2011), Joseph Weiss, managging partner untuk Applied Control Solutions, mengatakan, " Ini bisa dikatakan kasus hacking pertama dari luar AS yang menyerang sebuah infrastruktur penting."
"Itulah yang menjadikan ini masalah besar," tambahnya. "Mereka bisa melakukan apapun karena memiliki akses ke stasiun utama."
Serangan ini dilaporkan berasal dari sebuah komputer di Rusia, dan menyelinap menggunakan akun dari password sebuah perusahaan AS pembuat software Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang sebelumnya diretas.
Sekadar diketahui, ada lebih dari selusin perusahaan yang memakai software SCADA. Software ini digunakan di seluruh dunia untuk mengendalikan mesin di berbagai macam fasilitas industri, seperti pabrik manufaktur, pengeboran minyak, sistem pembuangan air, sampai tenaga nuklir.
US Departement of Homeland Security saat ini belum menemukan adanya ancaman berbahaya terkait kasus ini, namun mereka masih melakukan investigasi lebih lanjut.
Sistem Komputer Janjikan Terobosan Kanker
Sana Sini News - Ada sebuah sistem komputer yang bisa membaca tulisan ilmiah, mirip dengan janji terobosan manusia dalam penelitian kanker. Hal tersebut disampaikan oleh ilmuwan Cambridge.
Dilansir Telegraph, Sabtu (19/11/2011), sistem ini disebut CRAB, yang mampu menjaring jutaan 'peer review' artikel untuk menunjukkan penyebab tumor. Selain itu, juga ditemukan alasan potensial mengapa beberapa bahan kimia menyebabkan kanker pankreas hanya pada pria.
CRAB merupakan implementasi terbaru dari bentuk cepat, muncul dari kecerdasan buatan yang disebut pengolahan alami dan juga digunakan dalam perangkat lunak Siri pada iPhone 4S. Hal ini memungkinkan komputer untuk membaca teks dan memperoleh artinya, meskipun kompleks dan ambigu, seperti manusia.
Sistem itu, akan digunakan pertama kali untuk menilai risiko bahan kimia baru, yang bisa menyebabkan kanker.
"Tahap pertama dari setiap penilaian risiko adalah kajian literatur. Ini merupakan hambatan utama," ujar Dr Anna Korhonen, dari University of Cambridge, yang memimpin pengembangan CRAB.
Dia juga mengatakan, "Mungkin ada puluhan ribu artikel untuk kimia tunggal. Dilakukan secara manual, itu mahal dan karena meningkatkan jumlah publikasi, sehingga menjadi terlalu sulit untuk mengelolanya."
Menurut Korhonen, meskipun masih dalam pengembangan, sistem ini bisa digunakan untuk membuat koneksi menjadi sulit untuk ditemukan.
CRAB dibuat untuk peneliti online melalui antarmuka web, dan diharapkan teknologi ini dapat disesuaikan dengan bidang ilmu yang lain.
Private Cloud, Satu Solusi Aman untuk Perusahaan Besar
Sana Sini News - Banyak bisnis mencari lingkungan lingkungan virtual yang aman. Pencarian ini untuk saat ini berujung pada pilihan antara sistem komputasi awan publik, pribadi, atau hybrid. Manakah yang paling sesuai?
Kemungkinan pilihan ini akan jatuh pada awan pribadi. Hal ini dilihat dengan mempertimbangkan sistem awan pribadi yang lebih mirip dengan infrastruktur virtual yang diciptakan dan dikontrol oleh departemen IT.
"Keputusan yang diambil pada setahun atau dua tahun mendatang akan jatuh pada awan pribadi," kata Eric Domage, programme manager untuk EMEA software and service group di IDC (International Data Coorporation).
"Makin besar perusahaannya, akan makin condong ke arah awan pribadi. Awan perusahaan tersebut dikunci dan sepenuhnya terkontrol. Ini replika yang paling dekat pada virtualisasi," tambahnya. Demikian seperti dilansir melalui PCadvisor, Jumat (18/11/2011).
Kurangnya privasi dalam awan publik adalah masalah utama yang seringkali menyebabkan insiden peretasan. Meskipun masalah keamanan dalam awan pribadi pun belum sepenuhnya terjamin, setidaknya awan ini masih lebih aman daripada awan publik. Nampaknya, ke depan nanti awan pribadi akan jadi pilihan tepat dengan catatan kualitas keamanannya meningkat lebih kuat lagi.
Facebook Tuntut Bloger Tanah Air Hingga Rp2 Miliar
Sana Sini News - Bloger Indonesia yang terkena masalah pelanggaran hak cipta dengan Facebook, yakni Ainun Nazieb mengaku dalam salah satu tuntutannya, Facebook memberikan sanksi sebesar Rp2 miliar.
Nazieb menjelaskan beberapa poin yang dituntut oleh pihak Facebook kepada dirinya terkait penggunaan tema blog yang mirip dengan Facebook tersebut. Dalam surat tuntutan yang dilayangkan Facebook ada 3 tuntutan yang dikenakan terhadap Nazieb. Salah satunya menuntut sanksi maksimal sebesar Rp2 miliar kepada Nazieb.
"Sebenarnya saat ini belum ada upaya penuntutan secara langsung dari pihak Facebook, tapi kuasa hukum (perwakilan) Facebook yang beralamat di jalan Jendral Sudirman, Jakarta, meminta saya untuk menghadap karena ada indikasi melanggar hak cipta," jelasnya
"Secara keseluruhan dari tuntutan yang saya baca ada 3 poin tuntutan, 2 pidana dan 1 perdata, di mana salah satu tuntutan berisi sanksi maksimal denda Rp2 miliar," ungkapnya kepada okezone, Kamis (17/11/2011).
Nazieb menyatakan tidak menyangka akan mendapatkan surat panggilan oleh Facebook terkait keisengannya untuk membuat blog yang menyerupai Facebook yang dia namai "Smells Like Facebook", dia tidak membayangkan akan mendapatkan sanksi hingga Rp2 miliar.
Saat ini Nazieb masih berkonsultasi dengan kuasa hukumnya mengenai masalah yang sedang dihadapinya saat ini. Beruntung dirinya memiliki atasan yang baik dan membantunya menyediakan pengacara untuk menghadapi masalah tersebut.
AS Pakai Kekuataan Militer untuk Lawan Cyber Crime
Sana Sini News - Amerika Serikat (AS) nampaknya mulai gerah dengan maraknya serangan cyber akhir-akhir ini. Serangan ini memang telah berhasil melumpuhkan jaringan internet di beberapa negara, bahkan beberapa serangan telah berhasil mencuri berbagai data-data privat perusahaan-perusahaan besar dunia.
Seperti dikutip melalui CBRonline, Kamis (17/11/2011), kali ini Pentagon mengeluarkan peringatan keras pada para pelaku serangan cyber dan jika diperlukan akan menindaknya dengan kekuatan militer.
Laporan tersebut menambahkan, "Ketika dibutuhkan, kami akan menindak serangan bermusuhan di dunia maya serupa dengan ancaman lain terhadap negara kami."
Menurut laporan, yang dimaksud tindakan bermusuhan adalah serangan cyber yang ditujukan pada ekonomi AS, pemerintah, atau militer.
Akhir-akhir ini serangan terhadap jaringan komputer AS kerap terjadi dan menyebabkan perusahaan-perusahaan AS mengalami kerugian sebesar kurang lebih USD1 miliar.
Warnet di Indonesia Mulai Kehilangan Pengunjung
Sana Sini News - Menurut data yang dikeluarkan Nilsen berdasarkan lokasi, sebesar 72 persen orang di Indonesia pernah mengakses internet di warung internet (warnet), 71 persen di rumah selama hari kerja, 69 persen di rumah selama akhir minggu, dan 19 persen saat bekerja di kantor.
Namun jumlah pengakses internet melalui warnet terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) Irwin Day mengatakan, selama dua tahun terakhir, pengunjung warnet di kota-kota besar mengalami penurunan. Kondisi itu, kata dia, bisa terlihat dari semakin menurunnya pendapatan dari para pengusaha warnet.
“Tapi, di luar kota-kota besar justru terjadi peningkatan secara signifikan. Ini wajar,” kata Irwin ketika dihubungi okezone, di Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Irwin mengaku, salah satu penyebab menurunnya pengunjung warnet adalah semakin banyak yang menggunakan smartphone untuk mengakses internet. Selain itu, kata dia, tarif internet dan harga perangkat internet yang murah juga menjadi pemicu dari turunnya pengunjung warnet di kota-kota besar.
“Sekarang dengan biaya Rp50.000, orang bisa mengakses internet. Lalu dengan Rp2 juta saja bisa langsung dapat laptop,” ucapnya.
Irwin memperkirakan, Facebook masih akan terus bersinar hingga tahun depan. Meski, kata dia, sudah banyak aplikasi lain yang bermunculan seperti Google+.
“Semakin banyak oran berbelanja di Facebook ketimbang datang ke toko. Tapi, keamanan berbelanja di Facebook juga harus diperhatikan. Banyak penipuan yang terjadi,” tandasnya.
Mengurai 'Kemacetan' di Situs Sea Games
Sana Sini News - Situs Sea Games mengalami 'kemacetan' koneksi, padahal situs ini penting dan merupakan tumpuan penyedia informasi yang mestinya bisa diakses dari mana pun di penjuru dunia. Entah bagaimana rasanya bila pencari informasi dari negara luar Indonesia, mungkin, merasakan kesulitan yang sama atau mengalami lebih parah dari pengguna internet di dalam negeri.
Sebenarnya ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi pertama-tama, tentu harus mengetahui apa yang menjadi sumber masalah. "Kalau yang bermasalah (bottle neck) di bandwidht-nya, berarti mesti dilebarkan. Ini cukup mudah, cuma tinggal memonitor statistik akses lalu mengaturnya sesuai dengan kebutuhan," jelas pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat, Senin (14/11/2011), ketika diwawancara via ponsel.
"Kalau ternyata bandwidht-nya yang kurang, besarkan bandwidht-nya. Tapi masalahnya seberapa tersedianya bandwidht di Indonesia yang dapat digunakan untuk Sea Games," imbuhnya.
Seharusnya panitia telah dapat memperhitungkan bandwidht yang dibutuhkan untuk menyiarkan acara tersebut. Setidaknya back-up plan seharusnya sudah tersedia saat mempersiapkan sebuah event berskala internasional seperti Sea Games.
Memang bukan hanya bandwidht yang bisa menyebabkan masalah tersebut, mungkin saja masalah justru terjadi pada komputer yang digunakan sebagai server. Komputer yang kecepatan prosesornya lambat atau kurangnya jumlah komputer untuk mengatur lalu lintas akses server adalah beberapa kondisi yang mungkin terjadi.
"Solusinya dengan mengganti prosesor server dengan prosesor yang lebih cepat atau memperbanyak komputer server. Perhitunganya misalkan, satu orang yang mengakses menghabiskan 1 persen tempat di server, berarti satu server bisa menampung 100 orang. Berarti untuk bisa mempermudah akses 1.000 orang dibutuhkan 10 komputer. Lalu tinggal lakukan load balancing atau penyetaraan beban. Dengan adanya itu program akan memilah akses yang masuk; orang satu masuk komputer satu, dua masuk komputer dua, begitu seterusnya. Untuk mengganti prosesor butuh waktu yang lebih lama, rasanya tidak mungkin diterapkan oleh Sea Games yang membutuhkan solusi cepat," kata Abimanyu.
Sedangkan dalam keadaan mendesak seperti Sea Games, pertimbangan terhadap waktu menjadi penting. Mempertimbangkan hal itu pun masih ada solusi terbaik mengatasi masalah ini. Apalagi ketika teknologi internet sudah semakin maju dengan mulai dikenalnya sistem cloud computing atau komputasi awan.
"Kalau masih masalah bisa sambung ke cloud computing, servernya bisa satu di Singapura, satu di Boston, dan lain-lain. Ini paling canggih, seharusnya ini solusi terbaik untuk acara Sea Games. Apalagi kalo menggunakan cloud sudah tidak perlu mempermasalahkan bandwidht lagi," terang Abimanyu.
Terkait WikiLeaks, Twitter Dipaksa
Sana Sini News - Seorang hakim federal memerintahkan pada Kamis lalu, agar Twitter memberikan informasi ketiga akun yang sedang diselidiki, yang diduga berhubungan dengan WikiLeaks.
Dilansir New York Times, Senin (14/11/2011), Menurut dasar hukum 1994 pada Stored Communication Act, pemerintah dapat menuntut Twitter memberikan alamat protokol internet dari tiga penggunanya. Sebuah alamat protokol internet dapat mengidentifikasi dan memberikan lokasi dari sebuah komputer yang digunakan untuk log-in ke internet.
Sementara itu, Twitter memberitahu ketiga orang tersebut yaitu Jacob Appelbaum seorang ahli keamanan komputer Amerika, seorang warga negara Belanda bernama Rop Gonggrijp, dan anggota parlemen Islandia, Birgitta Jonsdottir mengenai permintaan pemerintah pada awal tahun ini.
Para pemohon tersebut beragumen di pengadilan federal, bahwa alamat protokol internet merupakan informasi pribadi dan permintaan untuk informasi tersebut dinilai terlalu luas dan tidak berhubungan dengan WikiLeaks. Mereka juga berpendapat bahwa perintah tersebut telah menekan hak kebebasan berbicara mereka.
Menanggapi pernyataan tersebut, pengadilan tidak setuju. Hakim pengadilan distrik Amerika Serikat (AS) Liam O'Grady menulis pendapatnya, yaitu "Informasi yang dicari jelas untuk menetapkan fakta-fakta kunci terkait dengan penyelidikan yang sedang berlangsung, sehingga akan membantu penyelidikan."
Hakim tersebut mengatakan, pengguna Twitter harusnya sukarela memberikan alamat protokol internet. Menurutnya ketika mereka mendaftar untuk sebuah akun, maka mereka melepaskan harapan privasi.
"Pemohon seharusnya mengetahui bahwa informasi IP mereka tunduk pada pemeriksaan oleh Twitter, sehingga berkurangnya harapan privasi pada informasi. Mengingat mereka sudah menyetujui persyaratan layanan dan kebijakan privasi Twitter," tandas O'Grady.
Perang Dunia 2 'Terulang' di Twitter
Sana Sini News - Seorang lulusan sejarah Oxford telah memulai 'proyek enam tahun', untuk memposting tweet mengenai perang dunia ke dua, yang terjadi 72 tahun lalu.
Akun @RealTimeWWII, telah menarik minat lebih dari 45 ribu pengikut. Tweet ini mencakup perkembangan militer dan politik, serta menampilkan kesaksian para saksi mata dari medan perang, fotografi kontemporer dan cuplikan berita.
Dilansir Telegraph, Kamis (10/11/2011), Twitter tersebut dibuat oleh Alwyn Collinson, proyek ini merupakan upaya untuk membantu orang merasa seperti mereka ada di sana.
"Saya berharap dengan menggunakan Twitter untuk membawa masa lalu, membantu orang memahaminya sebagai orang yang melihat hal itu pada masa lalu, tanpa mengambil keuntungan," ujar Collinson.
Hari tersibuk pada akun itu saat 26 September, ketika Wermacht sebuah angkatan bersenjata Nazi Jerman pada 1935 hingga 1945, melakukan serangan akhir terhadap Warsawa. Collinson mengilustrasikan pertempuran menggunakan akun saksi mata dari tentara Polandia dan warga sipil, dengan singkat serta sesuai batas 140 karakter Twitter.
Collins memperbarui sendiri feed-nya, dan Sejauh ini sudah ada relawan yang menerjemahkan tweets ke dalam bahasa Apanyol, Portugis dan Rusia.
Dia sudah berkomitmen untuk memposting tweet selama enam tahun mengenai seluruh konflik tersebut.
Bersatu Jungkalkan Google
Sana Sini News - Yahoo, Microsoft dan AOL telah menyepakati perjanjian periklanan bersama yang dirancang untuk mengambil alih dominasi mesin iklan Google.
Kesepakatan itu akan memungkinkan jaringan iklan yang dioperasikan oleh tiga perusahaan untuk menawarkan serta menampilkan iklan mereka kepada pelanggan masing-masing.
"Kemitraan ini harus meningkatkan permintaan dan nilai penawaran iklan masing-masing pihak serta memberikan hasil yang lebih baik untuk kedua penerbit dan pengiklan yang berpartisipasi," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan, yang dilansir melalui AFP, Rabu (9/11/2011).
Google telah mendominasi pangsa pasar yang menguntungkan dan berkembang dalam hal menampilkan iklan, ini yang membuat Yahoo!, Microsoft dan AOL kehilangan ceruk pasarnya.
Google membuat sebagian besar uang dari iklan terikat untuk mencari di internet tetapi telah mendapatkan bagian yang lebih besar dari pendapatan dari iklan tampilan online, yang mencakup media, video digital dan iklan banner.
Yahoo!, Microsoft dan AOL mengatakan kesepakatan mereka "secara dramatis akan meningkatkan proses pembelian dan penjualan persediaan premium tampilan online."
"Ini harus mengurangi gesekan di pasar, yang akan menguntungkan baik pengiklan dan penerbit," kata Ned Brody, salah satu pejabat AOL.
Ross Levinsohn, wakil presiden eksekutif Yahoo untuk Amerika, mengatakan bahwa kemitraan tersebut akan mengarah ke cara yang lebih efisien, efektif dan lebih mudah untuk mengakses persediaan premium yang benar.
Popular Posts
-
Sana Sini News - Siapapun yang melihat dijamin langsung seger deh, coba aja dilihat dan di pelototin ...
-
Sana Sini News - Dari yang terlihat biasa aja, sampai yang membuat liur anda keluar :p
-
Sana Sini News - Foto Artis Hot Kiki Amalia on FHM Magazine Full Name: Kiki Amalia Nick Name: Kiki Nationality: Indonesia Place / Date o...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Blog Archives
-
►
2011
(732)
-
►
Desember
(143)
- Des 29 (10)
- Des 25 (3)
- Des 23 (3)
- Des 22 (4)
- Des 21 (2)
- Des 19 (2)
- Des 18 (17)
- Des 17 (1)
- Des 16 (6)
- Des 15 (9)
- Des 12 (9)
- Des 10 (19)
- Des 09 (3)
- Des 08 (3)
- Des 05 (30)
- Des 04 (9)
- Des 03 (3)
- Des 02 (2)
- Des 01 (8)
-
►
November
(583)
- Nov 30 (11)
- Nov 28 (5)
- Nov 26 (6)
- Nov 25 (19)
- Nov 24 (35)
- Nov 23 (20)
- Nov 22 (23)
- Nov 21 (21)
- Nov 20 (16)
- Nov 19 (51)
- Nov 18 (56)
- Nov 17 (50)
- Nov 16 (3)
- Nov 15 (39)
- Nov 14 (42)
- Nov 13 (32)
- Nov 12 (36)
- Nov 11 (14)
- Nov 10 (31)
- Nov 09 (21)
- Nov 08 (11)
- Nov 07 (23)
- Nov 06 (14)
- Nov 05 (4)
-
►
Desember
(143)
Sponsor
Tag Cloud
Aktual
(4)
Asia
(26)
Asia Tenggara
(27)
Auto
(32)
Auto Mobil
(14)
Auto Modif
(5)
Auto Motor
(8)
Auto Trik
(5)
Basket
(11)
Bola
(221)
Bola Dunia
(22)
Bulu Tangkis
(10)
Celebrity
(52)
Champions
(47)
Chit Chat
(10)
Dunia
(20)
Euro 2012
(9)
F1
(12)
Family
(10)
Film
(19)
Fit and Beauty
(10)
Fresh Album
(4)
Gadget
(11)
Galeri
(122)
Game
(9)
Gol
(2)
Hardware
(10)
Hot Gossip
(21)
Indonesia
(24)
Inggris
(44)
Internasional
(146)
Internet
(12)
Italia
(28)
Jagad Unik
(44)
Jerman
(4)
K-Pop
(3)
Legend
(2)
Lifestyle
(43)
Liga Lain
(19)
Lust and Love
(10)
MotoGP
(8)
Music
(33)
New Artis
(2)
New Comer
(6)
On Stage
(20)
Review
(5)
Science
(10)
SEA Games
(15)
Seks
(183)
Sistar
(3)
Software
(10)
Spanyol
(23)
Sport
(67)
Techno
(76)
Telco
(9)
Tenis
(5)
Timur Tengah
(26)
Tinju
(6)
Tips Seks
(54)
Trend and Fashion
(13)
Videosexy
(7)















