Recent Articles
Home » Posts filed under Timur Tengah
Kapal Induk AS Dekati Selat Hormuz
Sana Sini News - Angkatan Laut (AL) Iran melihat penampakan kapal induk Amerika Serikat (AS) yang memasuki zona latihan militer AL Iran di dekat Selat Hormuz.
"Pesawat mata-mata kami melihat kapal induk AS terlihat di dalam zona latihan militer," ujar Komandan AL Iran Komodor Mahmoud Mousavi, seperti dikutip IRNA, Kamis (29/12/2011).
Pesawat mata-mata Iran juga langsung memotret dan merekam gambar kapal induk AS yang masuk ke perairan tersebut. Iran yakin, kapal itu adalah USS John C.Stennis, salah satu kapal induk terbesar milik AS.
Pada Rabu lalu, AS sudah mengumumkan, kapal perangnya akan segera melintas di Selat Hormuz, yang saat ini digunakan Iran untuk latihan perang. Pernyataan AS juga muncul setelah adanya ancaman dari Iran yang hendak menutup Selat Hormuz.
AS juga berniat untuk menempatkan militernya di jalur pasokan migas dunia itu demi menghalau adanya segala bentuk ancaman. Militer AS juga sudah memperingatkan Iran agar tidak menutup Selat Hormuz karena penutupan atau pemblokiran Selat Hormuz akan berdampak pada perekonomian dunia.
Saat ini, Iran masih menjalankan latihan militer selama 10 hari di Selat Hormuz demi mewaspadai adanya serangan dari Israel. Latihan itu juga digelar di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara AS dan Iran.
Ancaman pemblokiran Selat Hormuz sudah dilontarkan oleh Iran pada 13 Desember lalu, meski demikian ancaman itu sudah ditampik sendiri oleh Kementerian Luar Negeri Iran.(rhs)
"Pesawat mata-mata kami melihat kapal induk AS terlihat di dalam zona latihan militer," ujar Komandan AL Iran Komodor Mahmoud Mousavi, seperti dikutip IRNA, Kamis (29/12/2011).
Pesawat mata-mata Iran juga langsung memotret dan merekam gambar kapal induk AS yang masuk ke perairan tersebut. Iran yakin, kapal itu adalah USS John C.Stennis, salah satu kapal induk terbesar milik AS.
Pada Rabu lalu, AS sudah mengumumkan, kapal perangnya akan segera melintas di Selat Hormuz, yang saat ini digunakan Iran untuk latihan perang. Pernyataan AS juga muncul setelah adanya ancaman dari Iran yang hendak menutup Selat Hormuz.
AS juga berniat untuk menempatkan militernya di jalur pasokan migas dunia itu demi menghalau adanya segala bentuk ancaman. Militer AS juga sudah memperingatkan Iran agar tidak menutup Selat Hormuz karena penutupan atau pemblokiran Selat Hormuz akan berdampak pada perekonomian dunia.
Saat ini, Iran masih menjalankan latihan militer selama 10 hari di Selat Hormuz demi mewaspadai adanya serangan dari Israel. Latihan itu juga digelar di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara AS dan Iran.
Ancaman pemblokiran Selat Hormuz sudah dilontarkan oleh Iran pada 13 Desember lalu, meski demikian ancaman itu sudah ditampik sendiri oleh Kementerian Luar Negeri Iran.(rhs)
Arab Spring Mampu Ubah Israel
Sana Sini News - Gelombang revolusi dunia Arab yang berawal sejak 18 Desember 2010 lalu di Tunisia dan Mesir, harus melanda seluruh wilayah, termasuk juga Israel.
Demikian dikatakan mantan Sekretaris Jenderal Liga Arab yang juga merupakan kandidat calon Presiden Mesir mendatang, Amr Mussa.
Pria berusia 74, yang juga merupakan mantan Menteri Luar Negeri Mesir dikenal populer di kalangan rakyat Mesir, karena sikap kerasnya terhadap Israel.
"Kami melihat perubahan yang bersejarah dan serius. Perubahan telah terjadi dari Mauritania hingga ke negara-negara teluk. Bahkan di Suriah dan Yaman, itu hanya masalah waktu saja," tambah Mussa ketika menghadiri Konferensi Kebijakan Dunia di Wina, Austria. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (10/12/2011).
Sejak akhir tahun 2010, Arab Spring telah menyebabkan runtuhnya tiga rezim otoriter di tiga negara yakni, Tunisia, Mesir dan Libya.(rhs)
Demikian dikatakan mantan Sekretaris Jenderal Liga Arab yang juga merupakan kandidat calon Presiden Mesir mendatang, Amr Mussa.
Pria berusia 74, yang juga merupakan mantan Menteri Luar Negeri Mesir dikenal populer di kalangan rakyat Mesir, karena sikap kerasnya terhadap Israel.
"Kami melihat perubahan yang bersejarah dan serius. Perubahan telah terjadi dari Mauritania hingga ke negara-negara teluk. Bahkan di Suriah dan Yaman, itu hanya masalah waktu saja," tambah Mussa ketika menghadiri Konferensi Kebijakan Dunia di Wina, Austria. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (10/12/2011).
Sejak akhir tahun 2010, Arab Spring telah menyebabkan runtuhnya tiga rezim otoriter di tiga negara yakni, Tunisia, Mesir dan Libya.(rhs)
Anggap Penting Masukan Indonesia
Sana Sini News - Pelaksanaan Bali Democracy Forum IV (BDF) dikabarkan tidak lepas dari bahasan Arab Spring yang tengah terjadi di Timur Tengah. Salah satu Negara yang menarik perhatian adalah Mesir. Mesir menilai penting masukan Indonesia tentang demokrasi.
Usai lengsernya Housni Mubarak dari kursi Presiden Februari lalu, Mesir saat ini terus menuju kepada perubahan demokrasi. Saat ini Mesir sudah melakukan pemilihan umum yang pertama kalinya sejak Mubarak turun.
Kondisi yang terjadi di Mesir ini dikabarkan menarik perhatian dalam gelaran BDF IV di Nusa Dua, Bali, yang resmi ditutup hari ini.
Kuasa Perwakilan Mesir untuk Indonesia Hisham Nagi menilai pentingnya forum yang sudah berjalan empat tahun tersebut.
“Selalu kami mendapatkan ide-ide baru dari forum ini. Meski saat ini kami menjalani proses transisi, kami yakin waktunya akan tiba (bagi Mesir menjalankan demokrasi secara utuh,” ucap Hisham Nagi di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/12/2011).
Tidak lupa Nagi menyebutkan keberhasilan Indonesia yang banyak sekali sejak pergerakan 1998, yang terus berlangsung hingga saat ini.
Dalam forum yang sifat berbagi pengalaman demokrasi dari tiap Negara peserta, Nagi menyebut pentingnya masukan-masukan yang didapatnya dari Indonesia.
“Selalu, ketika anda mendapatkan masukan yang baik sudah sepatutnya kita ambil,” jelasnya.
Hingga saat ini proses demokrasi di Mesir terus berjalan. Tetapi proses tersebut masih belum berjalan dengan mulus dengan sempat berlangsungnya protes menuntut pihak Dewan Militer Mesir untuk menyerahkan kekuasaannya kepada sipil.
Sebelumnya, dewan militer ini menjanjikan akan menyerahkan kekuasaannya kepada sipil saat mereka mengambil alih kekuasaan sementara sejak Mubarak lengser. Kini, pemilu putaran pertama sudah berlangsung di Mesir dan kelompok Ikhwanul Muslimin dikabarkan memimpin untuk sementara.
Diharapkan dengan berjalannya pemilu, proses transisi demokrasi di Mesir akan berlangsung lancar.(rhs)
Usai lengsernya Housni Mubarak dari kursi Presiden Februari lalu, Mesir saat ini terus menuju kepada perubahan demokrasi. Saat ini Mesir sudah melakukan pemilihan umum yang pertama kalinya sejak Mubarak turun.
Kondisi yang terjadi di Mesir ini dikabarkan menarik perhatian dalam gelaran BDF IV di Nusa Dua, Bali, yang resmi ditutup hari ini.
Kuasa Perwakilan Mesir untuk Indonesia Hisham Nagi menilai pentingnya forum yang sudah berjalan empat tahun tersebut.
“Selalu kami mendapatkan ide-ide baru dari forum ini. Meski saat ini kami menjalani proses transisi, kami yakin waktunya akan tiba (bagi Mesir menjalankan demokrasi secara utuh,” ucap Hisham Nagi di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/12/2011).
Tidak lupa Nagi menyebutkan keberhasilan Indonesia yang banyak sekali sejak pergerakan 1998, yang terus berlangsung hingga saat ini.
Dalam forum yang sifat berbagi pengalaman demokrasi dari tiap Negara peserta, Nagi menyebut pentingnya masukan-masukan yang didapatnya dari Indonesia.
“Selalu, ketika anda mendapatkan masukan yang baik sudah sepatutnya kita ambil,” jelasnya.
Hingga saat ini proses demokrasi di Mesir terus berjalan. Tetapi proses tersebut masih belum berjalan dengan mulus dengan sempat berlangsungnya protes menuntut pihak Dewan Militer Mesir untuk menyerahkan kekuasaannya kepada sipil.
Sebelumnya, dewan militer ini menjanjikan akan menyerahkan kekuasaannya kepada sipil saat mereka mengambil alih kekuasaan sementara sejak Mubarak lengser. Kini, pemilu putaran pertama sudah berlangsung di Mesir dan kelompok Ikhwanul Muslimin dikabarkan memimpin untuk sementara.
Diharapkan dengan berjalannya pemilu, proses transisi demokrasi di Mesir akan berlangsung lancar.(rhs)
AS Serukan Warganya Agar Tinggalkan Suriah
Sana Sini News - Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Kota Damaskus, Suriah menyerukan warga AS agar meninggalkan Suriah secepatnya.
AS juga mengumumkan, Dubes AS untuk Suriah Robert Ford dipastikan tidak akan kembali lagi ke Damaskus. AS sebelumnya juga sudah sempat kecewa dengan minimnya perlindungan terhadap para perwakilan negara lain di Suriah. Demikian seperti diberitakan CBS, Kamis (24/11/2011).
"Kedubes AS di Damaskus mendesak seluruh warga AS di Suriah untuk meninggalkan Suriah secepatnya, kami akan sediakan transportasi," demikian ujar Kedubes AS.
Dubes Ford juga sempat diserang oleh para pendukung Presiden Suriah Bashar al Assad. Saat itu, Dubes Ford tampak dilempari batu dan juga tomat. Mobil milik Kedubes AS juga kerap dilempari batu oleh para demonstran.
Selain AS, Turki juga menyerukan warganya di Suriah agar berhati-hati. Pada Senin kemarin, bus yang mengangkut warga Turki diberondong oleh pasukan Suriah. Hal ini pun langsung membuat Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan berang.
Suriah sudah mendapat banyak kecaman dari Barat dan juga negara-negara yang dahulu merupakan mitranya. Prancis bahkan sudah mengusulkan adanya intervensi militer untuk melindungi warga sipil di Suriah.
Usulan Prancis juga tampak didukung oleh Uni Eropa. Meski demikian, AS sendiri belum berkomentar tentang adanya rencana intervensi militer ke Suriah.
Segala bentuk intervensi militer ke Suriah tampaknya juga akan berhadapan dengan Rusia, karena negeri beruang merah itu sudah mengirimkan kapal perangnya ke Suriah untuk mewaspadai serangan dari Barat.(rhs)
AS juga mengumumkan, Dubes AS untuk Suriah Robert Ford dipastikan tidak akan kembali lagi ke Damaskus. AS sebelumnya juga sudah sempat kecewa dengan minimnya perlindungan terhadap para perwakilan negara lain di Suriah. Demikian seperti diberitakan CBS, Kamis (24/11/2011).
"Kedubes AS di Damaskus mendesak seluruh warga AS di Suriah untuk meninggalkan Suriah secepatnya, kami akan sediakan transportasi," demikian ujar Kedubes AS.
Dubes Ford juga sempat diserang oleh para pendukung Presiden Suriah Bashar al Assad. Saat itu, Dubes Ford tampak dilempari batu dan juga tomat. Mobil milik Kedubes AS juga kerap dilempari batu oleh para demonstran.
Selain AS, Turki juga menyerukan warganya di Suriah agar berhati-hati. Pada Senin kemarin, bus yang mengangkut warga Turki diberondong oleh pasukan Suriah. Hal ini pun langsung membuat Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan berang.
Suriah sudah mendapat banyak kecaman dari Barat dan juga negara-negara yang dahulu merupakan mitranya. Prancis bahkan sudah mengusulkan adanya intervensi militer untuk melindungi warga sipil di Suriah.
Usulan Prancis juga tampak didukung oleh Uni Eropa. Meski demikian, AS sendiri belum berkomentar tentang adanya rencana intervensi militer ke Suriah.
Segala bentuk intervensi militer ke Suriah tampaknya juga akan berhadapan dengan Rusia, karena negeri beruang merah itu sudah mengirimkan kapal perangnya ke Suriah untuk mewaspadai serangan dari Barat.(rhs)
Demonstran Tewas, Militer Mesir Minta Maaf
Sana Sini News - Dewan Militer Mesir yang berkuasa sementara di Mesir saat ini, meminta maaf atas tewas para pengunjuk rasa yang menuntut kembalinya pemerintahan sipil. Hingga saat ini, 40 orang pengunjuk rasa dikabarkan tewas dalam aksi protes.
"Dewan Militer menyampaikan bela sungkawa dan permintaan maaf atas kematian para martir, saat protes yang terjadi di alun-alun Tahrir, Kairo," pernyataan Dewan Militer Mesir seperti dikutip AFP, Kamis (24/11/2011).
Selain itu, pihak Dewan Militer juga menyampaikan permintaan maaf serta belansungkawa atas korban yang tewas di kota lain diluar Kairo.
Pusat Kota Kairo itu saat ini kembali dipenuhi oleh rakyat Mesir yang sebelumnya melakukan aksi protes menurunkan kekuasaan Hosni Mubarak Februari lalu. Saat ini, para pengunjuk rasa melakukan aksi protes mendesak Dewan Militer untuk menyerahkan kekuasaan mereka kepada sipil.
Pihak militer sebenarnya sudah menjamin akan kembali ke barak dalam waktu enam bulan, setelah mantan Presiden Hosni Mubarak lengser dari kekuasaannya. Tetapi rakyat Mesir sudah terlanjur kesal, karena merasa tidak ada perubahan berarti meskipun Mubarak sudah turun.
Jenderal Hussein Tantawi yang memimpin Dewan Militer Mesir mengatakan, pihak telah mencapai kesepakatan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) mengenai perpindahan kekuasaan ke pihak sipil. Tetapi kesepakatan yang diraih ini tidak membuat rakyat Mesir senang.
Sebagian besar dari mereka tidak lagi mempercayai pihak IM. Rakyat menilai IM saat ini lebih mendukung pihak militer dibandingkan rakyat Mesir sendiri.
Sementara melalui kesepakatan yang dicapai antara IM dan Dewan Militer didapatkan, bahwa pemindahkan kekuasaan ke sipil akan berlangsung Juni mendatang tepat dilaksanakannya pemilihan umum.
Rakyat pun menolak kesepakatan tersebut. Mereka mendesak agar proses pemindahan kekuasaan dapat dilakukan sekarang juga.
(faj)
"Dewan Militer menyampaikan bela sungkawa dan permintaan maaf atas kematian para martir, saat protes yang terjadi di alun-alun Tahrir, Kairo," pernyataan Dewan Militer Mesir seperti dikutip AFP, Kamis (24/11/2011).
Selain itu, pihak Dewan Militer juga menyampaikan permintaan maaf serta belansungkawa atas korban yang tewas di kota lain diluar Kairo.
Pusat Kota Kairo itu saat ini kembali dipenuhi oleh rakyat Mesir yang sebelumnya melakukan aksi protes menurunkan kekuasaan Hosni Mubarak Februari lalu. Saat ini, para pengunjuk rasa melakukan aksi protes mendesak Dewan Militer untuk menyerahkan kekuasaan mereka kepada sipil.
Pihak militer sebenarnya sudah menjamin akan kembali ke barak dalam waktu enam bulan, setelah mantan Presiden Hosni Mubarak lengser dari kekuasaannya. Tetapi rakyat Mesir sudah terlanjur kesal, karena merasa tidak ada perubahan berarti meskipun Mubarak sudah turun.
Jenderal Hussein Tantawi yang memimpin Dewan Militer Mesir mengatakan, pihak telah mencapai kesepakatan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) mengenai perpindahan kekuasaan ke pihak sipil. Tetapi kesepakatan yang diraih ini tidak membuat rakyat Mesir senang.
Sebagian besar dari mereka tidak lagi mempercayai pihak IM. Rakyat menilai IM saat ini lebih mendukung pihak militer dibandingkan rakyat Mesir sendiri.
Sementara melalui kesepakatan yang dicapai antara IM dan Dewan Militer didapatkan, bahwa pemindahkan kekuasaan ke sipil akan berlangsung Juni mendatang tepat dilaksanakannya pemilihan umum.
Rakyat pun menolak kesepakatan tersebut. Mereka mendesak agar proses pemindahan kekuasaan dapat dilakukan sekarang juga.
(faj)
Popular Posts
-
Sana Sini News - Siapapun yang melihat dijamin langsung seger deh, coba aja dilihat dan di pelototin ...
-
Sana Sini News - Dari yang terlihat biasa aja, sampai yang membuat liur anda keluar :p
-
Sana Sini News - Foto Artis Hot Kiki Amalia on FHM Magazine Full Name: Kiki Amalia Nick Name: Kiki Nationality: Indonesia Place / Date o...
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Blog Archives
-
►
2011
(732)
-
►
Desember
(143)
- Des 29 (10)
- Des 25 (3)
- Des 23 (3)
- Des 22 (4)
- Des 21 (2)
- Des 19 (2)
- Des 18 (17)
- Des 17 (1)
- Des 16 (6)
- Des 15 (9)
- Des 12 (9)
- Des 10 (19)
- Des 09 (3)
- Des 08 (3)
- Des 05 (30)
- Des 04 (9)
- Des 03 (3)
- Des 02 (2)
- Des 01 (8)
-
►
November
(583)
- Nov 30 (11)
- Nov 28 (5)
- Nov 26 (6)
- Nov 25 (19)
- Nov 24 (35)
- Nov 23 (20)
- Nov 22 (23)
- Nov 21 (21)
- Nov 20 (16)
- Nov 19 (51)
- Nov 18 (56)
- Nov 17 (50)
- Nov 16 (3)
- Nov 15 (39)
- Nov 14 (42)
- Nov 13 (32)
- Nov 12 (36)
- Nov 11 (14)
- Nov 10 (31)
- Nov 09 (21)
- Nov 08 (11)
- Nov 07 (23)
- Nov 06 (14)
- Nov 05 (4)
-
►
Desember
(143)
Sponsor
Tag Cloud
Aktual
(4)
Asia
(26)
Asia Tenggara
(27)
Auto
(32)
Auto Mobil
(14)
Auto Modif
(5)
Auto Motor
(8)
Auto Trik
(5)
Basket
(11)
Bola
(221)
Bola Dunia
(22)
Bulu Tangkis
(10)
Celebrity
(52)
Champions
(47)
Chit Chat
(10)
Dunia
(20)
Euro 2012
(9)
F1
(12)
Family
(10)
Film
(19)
Fit and Beauty
(10)
Fresh Album
(4)
Gadget
(11)
Galeri
(122)
Game
(9)
Gol
(2)
Hardware
(10)
Hot Gossip
(21)
Indonesia
(24)
Inggris
(44)
Internasional
(146)
Internet
(12)
Italia
(28)
Jagad Unik
(44)
Jerman
(4)
K-Pop
(3)
Legend
(2)
Lifestyle
(43)
Liga Lain
(19)
Lust and Love
(10)
MotoGP
(8)
Music
(33)
New Artis
(2)
New Comer
(6)
On Stage
(20)
Review
(5)
Science
(10)
SEA Games
(15)
Seks
(183)
Sistar
(3)
Software
(10)
Spanyol
(23)
Sport
(67)
Techno
(76)
Telco
(9)
Tenis
(5)
Timur Tengah
(26)
Tinju
(6)
Tips Seks
(54)
Trend and Fashion
(13)
Videosexy
(7)









