• Home
  • Pasang Iklan
  • unique visitors counter
Recent Articles

Kala Anak Beradaptasi dengan Perceraian

Sana Sini News - CERAI! Satu kata itu rasanya menjadi mimpi buruk bagi pasangan yang telah menikah. Meski bercerai, orang bilang tak ada sebutan "mantan anak". Nah, bagaimana jika perpisahan tak bisa dihindari, apa yang harus dilakukan Moms and Dads? Terlebih lagi jika situasi ini terjadi saat si kecil mulai sekolah pertamanya. Apakah kondisi keluarga yang tidak utuh akan menimbulkan rasa rendah diri si kecil?

Menjelaskan konsep perpisahan pada anak-anak memang tak mudah. Namun meski anak masih kecil, Moms or Dads harus berlaku jujur kepadanya. Hindari membohongi anak dan segera beritahu tentang perpisahan Moms and Dads dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti olehnya.

Tujuannya agar si kecil tidak bingung dengan situasi yang terjadi. Moms pun tak perlu mencari dukungan si kecil dengan berlaku sentimentil atau menangis-nangis di hadapannya, dengan tujuan mendapat simpati lalu akhirnya mendukung Moms. Ingat! Perpisahan bukanlah beban si kecil,
melainkan beban Moms and Dads!

Berikut ini ulasan Rosdiana Setyaningrum MPsi MHPed dari Heart Springs Theraphy Center.

Hindari Bertengkar di Depan Anak

Sepahit apa pun kenyataan yang terjadi, tentu harus dapat diterima dengan tenang, Moms. Nah, ada hal penting yang harus Anda garis bawahi, yakni jangan bertengkar di depan anak! Entah itu ribut dengan mantan suami, mantan mertua atau saudara yang lain.

Selain menghindari pertengkaran, juga hindari menjelek-jelekkan mantan suami maupun mantan mertua. Ini akan membuat anak menjadi tidak percaya kepada Moms, apalagi jika orang-orang di sekitarnya tetap memperlakukan si kecil dengan baik. Anak akan menilai bahwa kondisinya bertolak belakang dengan cerita Moms. Alhasil dia semakin tidak percaya kepada ibunya.

“Jago Manipulatif”

Kebingungan anak dapat berakibat tindakan manipulatif dan ia tak akan mudah percaya bahkan pada Moms sekalipun. Ia bisa beranggapan bahwa orang terdekatnya saja membohonginya.


Manipulatif bisa bermoduskan si kecil pandai melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan apa yang ia mau. Contohnya si kecil kerap mengadukan ke Moms or Dads yang bisa menguntungkan dirinya. Ia bisa saja berkata “Lebih enak sama Ayah, aku sering dapat es krim. Kalau sama Ibu, banyak aturannya!”

Bagaimana jika perceraian terjadi saat anak mulai mengikuti prasekolah?
- Hindari membawa dan mengenalkan si kecil dengan pasangan baru Moms atau Dads jika belum serius untuk dinikahi. Jika sering membawanya dan bergonta-ganti pasangan di depan si kecil, maka ia akan berpendapat bahwa suatu hubungan itu tidak ada nilai atau valuenya dan tidak ada tanggung jawabnya.

- Hadapi dengan tenang apapun pertanyaan si kecil pada Moms or Dads.

- Jika ada hari pertunjukkan bakat si kecil, usahakan Moms and Dads hadir. Ini dilakukan untuk menghargai usahanya berani tampil di depan umum.

- Tunjukkan bahwa meski sudah tidak ada Moms or Dads, tetap ada sosok pengganti lainnya, seperti nenek, kakek, om atau tante.

- Ada baiknya Moms memberitahukan pada pihak sekolah tentang kondisi terakhir yang Moms and Dads hadapi. Jadi saat si kecil berhadapan dengan tugas yang berhubungan dengan keluarga, bisa dilakukan penyesuaian tugas yang tepat.

- Carilah sekolah yang childfriendly, artinya memberikan dukungan meski perpisahan termasuk masalah pribadi dan keluarga.

Pahami!

1. Jika Berpisah dengan Cara yang Kurang Baik
Si kecil akan lebih diam karena stres akibat perpisahan Moms and Dads. Walau berlangsung tak lama, namun tangani si kecil dengan baik dan mintalah dukungan keluarga untuk memberikan perhatian. Walau bagaimanapun Moms tidak akan bisa menjadi si Dads, juga sebaliknya tidak bisa menjadi kedua-duanya.

2. Si Kecil Masih Egosentris
Perlu Moms ketahui bahwa usia anak di bawah 5 tahun termasuk tahap
egosentris dan sering sekali lupa. Anda jangan mudah emosi jika ia bertanya-tanya tentang hal yang sama dalam frekuensi waktu yang sering.
Jelaskan dengan tenang sehingga ia tidak merasa bahwa perpisahan terjadi karena ia berlaku nakal atau karena dirinyalah maka Moms berpisah.
Hal ini penting guna menghindari anak dari kebingungan. Karena jika ia merasa bingung, akan mudah menimbulkan rasa tidak aman pada dirinya serta mudah sensitif. Ia pun bisa mengganggap orang lain negatif.

Berikan juga perhatian yang wajar dan normal saja, sehingga anak tidak menjadi manja. (Sumber: Mom & Kiddie)
(tty)

Share and Enjoy:

0 komentar for this post

Leave a reply

We will keep You Updated...
Sign up to receive breaking news
as well as receive other site updates!
Like me on Facebook subscribe to feeds My Ping in TotalPing.com
Sponsors
Pasang IklanPasang IklanPasang Iklan
Pasang IklanPasang IklanPasang Iklan
Popular Posts
Recent Stories
Connect with Facebook
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Sponsors
Sponsor
Tag Cloud